DEMOCRAZY.ID — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memberikan pengakuan blak-blakan mengenai dinamika di balik layar tatkala dirinya masih menjabat sebagai pembantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Di tengah berbagai persepsi publik ihwal sikap kritisnya, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak pernah kehilangan daya kritis, meski cara penyampaiannya harus tunduk pada etika kekuasaan.
Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam siniar NOTASLIMBOY TV bersama Sammy Notaslimboy dan Rindra Danantara, yang dikutip Selasa (15/9/2026).
Menurut Mahfud, posisi seorang menteri di dalam kabinet menuntut batasan etis agar tidak serta-merta menyerang pimpinan secara terbuka di ruang publik.
“Kalau Anda sedang membantu seseorang, Anda jangan lawan dia. Beri masukan secara pelan. Kalau mau ngelawan secara frontal, Anda keluar dulu baru lawan,” jelas Mahfud.
Mahfud mengungkapkan bahwa relasinya dengan Jokowi terjalin secara intensif selama masa pengabdiannya.
Ia bahkan kerap menjadi figur menteri yang dipanggil secara langsung atau dihubungi via telepon oleh sang kepala negara untuk mendiskusikan berbagai persoalan krusial.
“Banyak lho menteri mengeluh, ‘Saya kok tidak pernah ya dipanggil Pak Jokowi?’. Saya justru sering dipanggil, ditelepon. Sedang di jalan pun ditelepon. Artinya, hubungan saya (saat itu) baik,” tuturnya.
Meski memilih jalan dialog tertutup dan menghindari konfrontasi terbuka kepada presiden, Mahfud mengeklaim sikap kritisnya tetap tajam dan diimplementasikan secara tegas terhadap para menteri sejawat maupun lembaga-lembaga yang berada di bawah koordinasi kementeriannya.
Ia mencontohkan ketegasannya tatkala harus mengawal dan meluruskan penanganan kasus besar yang menyita perhatian publik, seperti pembunuhan berencana yang melibatkan Ferdy Sambo.
“Kecuali terhadap presiden itu (kritik publik) tidak boleh. Tapi ke samping, ke menteri ini, menteri itu, apalagi yang berada di bawah koordinator saya, ya saya kritis dan saya luruskan,” pungkas Mahfud menegaskan batasan perannya di lingkaran istana kala itu.
[VIDEO]