Bongkar Ambisi Dinasti Politik Solo, Prof. Yudhie Haryono: Jokowi Ingin Jadi Raja, Jalan Terbaiknya Pastikan Gibran Jadi Presiden!

DEMOCRAZY.ID – Direktur Eksekutif Nusantara Centre Prof. Yudhie Haryono melontarkan kritik tajam terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai terdapat ambisi politik besar di balik upaya membangun pengaruh keluarga Jokowi di dalam pemerintahan dan partai politik.

Menurut Yudhie, ambisi tersebut dapat dibaca sebagai keinginan Jokowi untuk mempertahankan kekuasaan melalui regenerasi politik di lingkaran keluarganya.

“Jokowi ingin jadi raja. Cara terbaik menjadi raja adalah memastikan anaknya jadi presiden,” kata Yudhie di channel YouTube @mrohmanofficial, Rabu (9/9/2026).

Ia kemudian menyinggung posisi Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi Wakil Presiden RI.

Menurut Yudhie, fenomena tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi pada pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.

“Dia ingin membuat sesuatu yang tidak dibuat oleh presiden sebelumnya, dengan harapan orang melihat dia sebagai orang pertama yang mengerjakan itu,” ujarnya.

Yudhie menyebut Jokowi menjadi presiden pertama yang memiliki anak menjabat sebagai wakil presiden.

Ia juga menyinggung perjalanan politik keluarga Jokowi, termasuk posisi putra sulungnya, Gibran, serta putranya yang lain, Kaesang Pangarep, dalam politik nasional.

Dalam pandangan Yudhie, konsolidasi kekuasaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan mempertahankan pengaruh politik setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Ia bahkan menyinggung dugaan pengaruh Jokowi terhadap sejumlah kekuatan politik.

“Dia memiliki Golkar, mengendalikan PSI. Tujuannya untukKaesang, 2024, Gibran, 2029, jadi presiden,” kata Yudhie.

Lebih jauh, Yudhie mengkritik gagasan mempertahankan kekuasaan melalui keluarga politik.

Menurutnya, Indonesia bukan negara kerajaan sehingga kekuasaan semestinya tidak diperlakukan seperti warisan keluarga.

“Kita bukan negara kerajaan,” tegasnya.

Yudhie bahkan menggunakan istilah ekstrem untuk menggambarkan kekhawatirannya apabila kekuasaan politik keluarga semakin menguat.

Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi melahirkan “Firaun” baru apabila Gibran nantinya benar-benar menjadi presiden.

“Kalau dia menang, anaknya jadi presiden, dia jadi raja, dia akan minta semua orang Indonesia itu menyembah dia. Saya yakin seribu persen,” ujar Yudhie.

Namun, pernyataan mengenai Jokowi akan menjadi “Firaun” tersebut merupakan retorika dan prediksi politik Yudhie, bukan fakta yang telah terjadi.

Ia kemudian mengaitkan pandangannya dengan istilah “Firaun kecil” yang pernah digunakan sejumlah pihak untuk mengkritik gaya kekuasaan Jokowi.

“Berarti seperti yang dikatakan Cak Nur dong bahwa dia itu Firaun,” kata Yudhie.

Meski demikian, Yudhie sendiri mengakui bahwa gambaran tersebut masih berada pada wilayah prediksi.

“Tapi itu kan belum menjadi kenyataan. Baru dituduh sebagai Firaun kecil, tapi ujungnya akan ke sana,” ujarnya.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya