PARAH! Bank Mandiri Klarifikasi: Blokir Rekening Aliansi Masyarakat Pati Atas Permintaan Aparat Hukum, Intimidasi & Pembungkaman?

DEMOCRAZY.IDPemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Melalui holding statement, Minggu (23/8/2026), Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista membenarkan adanya pemblokiran terhadap rekening yang berisi dana donasi aksi lebih dari Rp80 juta.

“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening,” ujar Adhika.

Tindak Lanjut Permintaan APH

Adhika menegaskan pemblokiran bukan inisiatif sepihak Bank Mandiri.

Tindakan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum (APH) dan telah sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.

“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pihak bank juga menyatakan komitmen menjalankan operasional sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan hukum, dan kehati-hatian.

Namun Bank Mandiri belum merinci dugaan tindak pidana apa yang mendasari instruksi pemblokiran tersebut.

Belum ada keterangan juga terkait durasi pemblokiran dan mekanisme yang bisa ditempuh nasabah.

Dana Donasi Tersendat Saat Aksi di DPR

Sebelumnya, dalam video yang kini viral, pemblokiran rekening Bank Mandiri milik Botok menjadi sorotan saat dirinya berada di Jakarta untuk mengikuti aksi AMPB di depan Gedung DPR RI.

Rekening dengan saldo sekitar Rp80,9 juta itu berisi dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional peserta aksi.

Botok menyebut pemblokiran terjadi bersamaan dengan terganggunya sejumlah akun media sosial miliknya dan rekan-rekan.

Terhambatnya akses dana disebut berdampak pada kebutuhan logistik dan akomodasi massa asal Pati di Jakarta.

Akibatnya, peserta aksi mengandalkan bantuan pangan dari masyarakat dan jaringan pendukung di Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Botok menilai hal ini sebagai bentuk tekanan. Namun ia menegaskan massa AMPB datang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, dan damai.

AMPB juga tidak berencana bermalam atau berkemah di sekitar DPR dan akan mengikuti batas waktu penyampaian pendapat.

Artikel terkait lainnya