DEMOCRAZY.ID – Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Melalui holding statement, Minggu (23/8/2026), Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista membenarkan adanya pemblokiran terhadap rekening yang berisi dana donasi aksi lebih dari Rp80 juta.
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening,” ujar Adhika.
Pemerintah diduga memblokir saldo rekening Mas Botok salah satu aktivis dari Pati yang saat ini sudah berada di Jakarta. Saldo hasil donasi masyarakat di seluruh Indonesia.
Sehari sebelumnya, akun Tiktok mas Botok juga diblokir. pic.twitter.com/c3hLbsRqjW
— 🇵🇸 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺 𝗖𝘆𝗯𝗲𝗿 𝗔𝗿𝗺𝘆 ☪ (@MCAOps) August 22, 2026
Adhika menegaskan pemblokiran bukan inisiatif sepihak Bank Mandiri.
Tindakan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum (APH) dan telah sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Pihak bank juga menyatakan komitmen menjalankan operasional sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan hukum, dan kehati-hatian.
Namun Bank Mandiri belum merinci dugaan tindak pidana apa yang mendasari instruksi pemblokiran tersebut.
Belum ada keterangan juga terkait durasi pemblokiran dan mekanisme yang bisa ditempuh nasabah.
Jawaban Bank Mandiri terkait pemblokiran terhadap rekening milik Supriyono alias Mas Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang berisi donasi sejumlah Rp80 juta. pic.twitter.com/b2vsMlspAQ
— jakartalk (@Jakartalk) August 23, 2026
Sebelumnya, dalam video yang kini viral, pemblokiran rekening Bank Mandiri milik Botok menjadi sorotan saat dirinya berada di Jakarta untuk mengikuti aksi AMPB di depan Gedung DPR RI.
Rekening dengan saldo sekitar Rp80,9 juta itu berisi dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional peserta aksi.
Botok menyebut pemblokiran terjadi bersamaan dengan terganggunya sejumlah akun media sosial miliknya dan rekan-rekan.
Terhambatnya akses dana disebut berdampak pada kebutuhan logistik dan akomodasi massa asal Pati di Jakarta.
Akibatnya, peserta aksi mengandalkan bantuan pangan dari masyarakat dan jaringan pendukung di Jakarta, Bogor, dan Tangerang.
Botok menilai hal ini sebagai bentuk tekanan. Namun ia menegaskan massa AMPB datang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, dan damai.
AMPB juga tidak berencana bermalam atau berkemah di sekitar DPR dan akan mengikuti batas waktu penyampaian pendapat.