DEMOCRAZY.ID – Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, partainya membuka pintu bagi calon anggota legislatif (caleg) dari partai lain untuk bergabung menghadapi Pemilu 2029.
“Hanura ini merupakan ‘melting pot’ atau rumah besar bagi anak bangsa yang ingin membangun negerinya, yang ingin membangun Indonesia melalui jalan politik,” kata Rio dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Hal itu disampaikan Rio usai menghadiri konsolidasi Partai Hanura di Tarakan, Kalimantan Utara.
Menurut dia, Hanura terbuka bagi politisi dari partai mana pun sepanjang memiliki visi dan perjuangan yang sejalan dengan partai tersebut.
Rio mengatakan Hanura juga membuka ruang bagi caleg yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang di partai asalnya.
Ia menilai kondisi itu bisa terjadi karena persaingan internal partai dalam mendapatkan tiket pencalonan legislatif.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa politisi bersangkutan tidak memiliki potensi untuk berkontribusi dalam politik.
“Dari partai mana pun yang akan berjuang bersama-sama dan sevisi dengan perjuangan Hanura, pasti kita terima,” ujarnya.
Ia mengatakan, Hanura ingin menjadi wadah bagi politisi yang memiliki komitmen untuk membangun daerah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Yang kita harapkan adalah betul-betul kader yang mengakar, bukan sekadar kader numpang lewat untuk nyaleg di sini,” ujar Rio.
Rio mengatakan keterbukaan tersebut menjadi bagian dari persiapan Hanura menghadapi Pemilu 2029.
Di sisi lain, ia meyakini konsolidasi yang dilakukan sejak jauh hari akan memperkuat militansi kader Hanura agar tidak mudah berpindah ke partai lain.
Ia bahkan berseloroh bahwa Hanura ke depan justru akan berupaya menarik kader potensial dari partai lain untuk bergabung.
“Yang ada, kami akan ‘menculik’ kader partai lain untuk masuk ke Partai Hanura. Kira-kira begitu,” katanya.
Partai Hanura secara resmi menetapkan arah perjuangan politiknya untuk merangkul pemilih dari kalangan Generasi Z (Gen Z).
Dalam konsolidasi yang digelar di Balikpapan, Partai Hanura berkomitmen untuk memprioritaskan isu-isu krusial yang dihadapi anak muda, terutama terkait perluasan lapangan kerja dan relevansi dunia pendidikan.
Ketua Tim Task Force DPP sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah menyadari besarnya porsi serta pengaruh Gen Z dalam peta politik nasional.
Konsolidasi ini melibatkan jajaran pengurus DPD, DPC, hingga anggota DPRD se-Kalimantan Timur (Kaltim).
“Setelah ini kami tentu akan mengeluarkan isu atau fokus pada kebutuhan-kebutuhan Gen Z hari ini dan masa datang. Apa kebutuhannya? Tentu soal peluang kerja,” ujar Patrice usai agenda rapat teknis di Balikpapan, dikutip dalam keterangannya Minggu (23/8/2026).
Patrice menekankan bahwa Partai Hanura ingin memastikan pasar kerja, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, dapat menyerap potensi anak muda secara maksimal.
Namun, ia juga menyoroti bahwa ketersediaan lapangan kerja harus dibarengi dengan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Ia menegaskan agar institusi pendidikan tidak sekadar mencetak lulusan tanpa arah, melainkan individu yang siap terjun ke dunia profesional.
“Jangan sampai nanti pendidikan itu hanya menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Ketika selesai kuliah, mereka tidak tahu harus ke mana. Hanura tentu fokus menyelesaikan hal-hal seperti itu,” tegas Patrice.
Lebih lanjut, Patrice memandang bahwa keberhasilan pembangunan nasional di masa depan sangat bergantung pada bagaimana negara memberikan ruang bagi generasi muda saat ini.
Ia berharap Hanura bisa menjadi wadah bagi aspirasi dan cita-cita anak muda di daerah.
“Kami harapkan Hanura menjadi tempat bagi anak-anak muda menaruh harapan masa depannya. Karena tentu Hanura juga sedang membangun masa depan untuk negeri ini, dan membangun masa depan untuk anak-anak muda di Kaltim,” pungkas Patrice.