DEMOCRAZY.ID – Menteri Koperasi Ferry Juliantono merespons kabar mengenai Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Sikanco, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang digunakan sebagai lapangan badminton.
Ferry membenarkan kondisi tersebut dan menilai hal itu bukan masalah besar untuk sementara waktu.
Ia menegaskan bahwa gedung tersebut akan segera difungsikan kembali sesuai peruntukannya.
“Enggak apa-apa, bentar kan. Tapi kan bentar lagi operasional lagi,” ujar Ferry usai menghadiri upacara HUT RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Terkait pemanfaatan gedung selama masa kekosongan, Ferry menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu payung hukum resmi.
Persiapan sumber daya manusia pengelola juga sedang berjalan secara paralel.
“Bentar lagi akan ada peraturan tentang peraturan Presiden tentang operasionalnya bersamaan dengan manajer Koperasi juga sudah mulai dipersiapkan. Dan udah, langsung jalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ferry menargetkan operasional Kopdes secara serentak dapat dimulai dalam waktu dekat.
Ia menyebut bulan September sebagai target dimulainya aktivitas perkoperasian tersebut.
“Iya, nanti mungkin September udah mulai operasional semua kan ya. Gitu,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal target 10.000 Kopdes yang akan beroperasi, Ferry memberikan klarifikasi.
Ia menekankan bahwa jumlah bangunan dan target operasional di lapangan jumlahnya akan lebih besar.
“Belum. Kalau yang bangunan fisiknya lebih dari itu, yang operasional bisa lebih dari itu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Gedung Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih di Desa Sikanco, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, viral pada awal Agustus 2026 karena dipakai untuk perlombaan badminton.
Video tersebut pun viral menjadi perbincangan di media sosial.
Dari video yang beredar, lapangan dibuat memakai karpet khusus yang bisa digulung setelah acara selesai.