DEMOCRAZY.ID – Aktivis dan pembuat film dokumenter Dandhy Laksono menyentil sejumlah pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2025.
Dandhy menyoroti pernyataan mengenai upah buruh pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram, hasil panen sawah satu hektare yang disebut dapat mencapai 40 ton, serta usaha penggilingan padi yang disebut mampu meraup keuntungan hingga Rp2 triliun.
βUpah kupas bawang Rp700 ribu per kg. Sawah per hektar bisa panen 40 ton. Usaha penggilingan padi untung Rp2 triliun,β kata Dandhy, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Dandhy, angka-angka tersebut disampaikan oleh Prabowo yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004β2015.
Ia kemudian menyindir penanganan sektor pertanian di pemerintahan saat ini.
βContoh jenderal ngurus pertanian. Mentan sudah nyebokin presidennya?β tandasnya.
Upah kupas bawang 700 ribu per kg.
Sawah per hektar bisa panen 40 ton.
Usaha penggilingan padi untung 2 triliun.Angka-angka ini dari mulut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2015.
Contoh jenderal ngurus pertanian.
Mentan sudah nyebokin presidennya?Baca Jugaβ Dandhy Laksono (@Dandhy_Laksono) August 15, 2026
Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan Susanah kepada ratusan anggota DPR RI dalam pidatonya. Susanah disebut sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.
βHari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,β kata Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan di ruang publik, termasuk dari Dandhy Laksono.
ππ
prabowo spill ada buruh bawang:
– namanya ibu susana
– buruh harian kupas bawang
– upah dia 700.000/kilogram
– sekali lagi 700 rb per kilo
– kalo bisa 10 kilo sehari dapat 7 jt
– sebulan berarti 210 juta rupiah pic.twitter.com/Pl5800yGwhβ Lambe Saham (@LambeSahamjja) August 14, 2026
Sementara itu, isu mengenai usaha penggilingan padi yang disebut meraup keuntungan Rp2 triliun sebelumnya juga mendapat tanggapan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Amran meminta publik tidak mengalihkan perhatian dari dugaan penipuan dengan memperdebatkan angka keuntungan penggilingan padi.
βJangan melakukan pengalihan isu dari penipuan menjadi isu satu penggilingan untung Rp2 triliun. Jangan fokus pada hitungannya, fokus pada kejahatannya. Ini bukan keuntungan bisnis, ini penipuan,β tegas Amran dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/7/2026).