DEMOCRAZY.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta masyarakat bijak mengonsumsi informasi mengenai aksi unjuk rasa besar-besaran dan kerusuhan yang disebut-sebut bakal terjadi pada Agustus 2026 ini.
Dia mengatakan, saat ini banyak informasi sesat yang sengaja digiring pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat lewat media sosial, untuk itu dia meminta masyarakat supaya lebih bijak lagi menyikapi konten-konten tersebut.
“Jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” kata Djamari saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RI 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, dikutip Minggu (9/8/2026).
Adapun narasi unjuk rasa besar-besaran serta kerusuhan besar disebut-sebut bakal melanda Indonesia pada Agustus 2026 ini, isu itu berseliweran di media sosial berbarengan dengan viralnya sejumlah video aksi unjuk rasa.
Pemerintah telah memastikan itu adalah hoaks, video-video yang viral itu merupakan video lama yang disebar dengan narasi provokatif seolah-olah video itu merupakan peristiwa yang baru yang terjadi.
Djamari memastikan kondisi Indonesia sekarang ini kondusif, seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke aman terkendali.
Dalam kesempatan itu, Djamari juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak terlepas dari berbagai gejolak yang terjadi di dunia.
Sejumlah konflik internasional, mulai dari perang Amerika Serikat dan Iran hingga perang Rusia dan Ukraina, disebut memberikan dampak terhadap kondisi global.
Konflik di sejumlah kawasan tersebut turut menjadi tantangan bagi pemerintah karena ketidakpastian global dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.
Meski demikian, pemerintah berupaya meminimalkan berbagai dampak tersebut agar tidak semakin membebani masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjaga sejumlah kebutuhan masyarakat tetap terkendali.
Pemerintah, kata Djamari, terus mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan sekaligus menjaga harga kebutuhan pokok.
“Berbagai program pemerintah juga terus dijalankan agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap berlangsung meskipun dunia sedang menghadapi berbagai ketidakpastian,” pungkasnya.
Djamari Chaniago sudah berkali-kali membantah isu unjuk rasa besar dan potensi kerusuhan pada Agustus 2026 ini.
Djamari mengatakan, konten provokatif yang masif belakangan ini diduga diproduksi dan disebar kelompok tertentu untuk meneror masyarakat, mereka ingin mengganggu stabilitas nasional lewat narasi-narasi sesat.
“Kami bersama-sama dengan Pak Panglima, Pak Kapolri, Pak Kabin selalu memberikan informasi bahwa itu sama sekali tidak ada,” katanya lagi.
Lantaran mengganggu dan buat resah masyarakat, Djamari meminta aparat penegak hukum dalam hal ini TNI-Polri untuk mengejar kelompok penyebar hoaks itu.
Mereka mesti ditindak tegas sesuai peraturan hukum yang berlaku.
“Kami akan lakukan tindakan secara tegas untuk itu,” pungkas Djamari.