Strategi Sembunyi Terbongkar: Prabowo Disebut Sengaja ‘Singkirkan’ Gibran Demi Pilpres 2029!

DEMOCRAZY.ID — Panggung kekuasaan di ring satu Istana kembali diwarnai intrik panas.

Praktisi intelijen senior, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, kembali membongkar sisi gelap relasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Radjasa, sikap diam dan absennya penugasan penting bagi Gibran bukanlah sebuah kebetulan, melainkan taktik disengaja agar putra sulung Joko Widodo itu tidak melakukan kesalahan fatal yang dapat menghancurkan peluang politiknya menuju Pilpres 2029.

“Tapi yang jelas selama ini memang Prabowo tidak memberi peran apapun kepada Gibran untuk peran strategis ya. Alasannya memang agar Gibran tidak blunder. Udah itu aja,” ucap Radjasa blak-blakan dalam kanal YouTube 2045 TV, dikutip Rabu (29/7).

Ia bahkan menyoroti bagaimana penugasan luar negeri yang sempat diemban oleh Gibran dinilai jauh dari kata sukses, sehingga pergerakannya terpaksa dibatasi oleh lingkaran dalam Istana.

“Bayangin kalau Gibran diberi peran ya kan, berapa kali cuma kunjungan ke luar negeri juga enggak beres akhirnya distop juga kan enggak ada lagi Gibran,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Radjasa menegaskan bahwa langkah “memarkir” Gibran ini murni untuk menyelamatkan posisi sang wakil presiden dari target tembakan politik, sekaligus mengamankan mandat utama Prabowo untuk mengantarkannya ke gerbang kontestasi masa depan.

“Di samping merugikan dia (blunder) juga merugikan nama Gibran. Karena apa? Karena tugas Prabowo ini mengantar Gibran. Kalau sekarang ini Gibran sudah menjadi sasaran tembak, bagaimana bisa?” ujarnya.

Strategi Jangka Panjang: Mengemas Teddy Indra Wijaya Jadi “Bantalan Pengaman”

Di tengah upaya mengawal Gibran agar terhindar dari lubang jarum kesalahan, kalkulasi politik jangka panjang Prabowo ternyata telah bergerak lebih jauh.

Radjasa kembali mengingatkan bahwa Presiden Prabowo diproyeksikan tidak akan lagi maju pada Pilpres 2029 mendatang.

Sebagai gantinya, lingkaran Istana kini disebut tengah merancang skenario pengamanan berlapis dengan menyiapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya untuk dicalonkan sebagai wakil presiden mendampingi Gibran.

“Nah, yang sekarang menjadi upaya Prabowo adalah bagaimana mengemas Teddy untuk mendampingi Gibran menjadi wapres,” ungkapnya.

Manuver penempatan figur-figur kunci ini dibaca sebagai langkah antisipasi terpadu untuk memastikan kepentingan politik kelompok petahana tetap terlindungi meski masa bakti Prabowo di kursi kepresidenan telah usai.

“Dan ini juga menjadi backupnya Prabowo juga nanti di kemudian hari,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya