

DEMOCRAZY.ID – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru bertajuk “Elektabilitas Calon-Calon Presiden”.
Berdasarkan temuan tersebut, elektabilitas Presiden RI Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan kenaikan yang pesat.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyampaikan bahwa bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali.
Hasil survei menunjukkan bahwa dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan sebesar 35 persen dan berjarak cukup jauh dengan Prabowo Subianto di urutan kedua dengan perolehan suara 14,5 persen.
Nama selanjutnya adalah Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, dan nama-nama lain di bawah 2 persen.
Pada survei ini, masih ada 12,8 persen pemilih yang tidak mau menjawab atau belum menentukan pilihan.
Deni menjelaskan bahwa dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34,9 persen di survei November 2026 menjadi 14,5 persen di survei Juli 2026.
Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen.
Keunggulan Dedi Mulyadi semakin terlihat dalam simulasi dua nama (head to head).
Dalam simulasi tersebut, dukungan pada Dedi Mulyadi mencapai 59 persen, sementara dukungan pada Prabowo 28,3 persen.
Masih ada 12,7 persen pemilih yang belum menjawab.
Hasil survei nasional SMRC ini dilakukan pada periode 5-19 Juli 2026.
Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih.
Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).
Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya.
Margin of error survei ini +/- 3.7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.