Skandal Ijazah Palsu Kembali Membara! Rustam Effendi Klaim Temukan Orang Langsung di Balik Pembuatan Dokumen Jokowi

DEMOCRAZY.IDPolemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi kembali memanas setelah tersangka kasus dugaan fitnah, Rustam Effendi, melontarkan kembali klaim mengenai asal-usul dokumen yang dipersoalkan.

Rustam mengaku telah memperoleh informasi dari seseorang yang disebutnya sebagai sumber primer.

Berdasarkan klaim tersebut, ia meyakini ijazah yang diperdebatkan dibuat pada 2012, bertepatan dengan persiapan pencalonan Jokowi-Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim dari kubu Rustam dan belum dibuktikan melalui putusan pengadilan.

Klaim Ijazah Jokowi Dibuat pada 2012

Rustam mengatakan dirinya telah menemukan orang yang disebut mengetahui proses pembuatan dokumen tersebut.

Menurut dia, sosok itu mengaku terlibat bersama eks Ketua KPU Solo, Eko Sulistyo.

“Siapa yang membuat itu? Ya relawan-relawan itu. Nah, saya temukan dan mengakui bahkan orang yang tertinggi dari relawan itu, itu kerjaan gue sama Eko Sulistyo,” ujar Rustam, Senin (27/7/2026).

Rustam juga mengklaim dokumen tersebut dibuat di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta.

“Artinya selesai barang ini, ini dibuat di Pasar Pramuka,” tukasnya.

Akan Dorong Saksi Bicara di Persidangan

Rustam menegaskan pihaknya akan mendorong orang yang disebutnya mengetahui proses tersebut untuk memberikan keterangan.

“Kalau kita bertarung, nanti kita dorong orang itu biar Jokowi itu mukanya berdarah-darah,” ucap dia.

Ia bahkan menyampaikan pernyataan bernada keras terhadap Jokowi.

“Menangis darah biar dipermalukan kepada seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Rustam, langkah tersebut dilakukan agar publik mengetahui versi yang ia yakini mengenai polemik ijazah.

“Supaya tidak ada lagi presiden macam Jokowi yang pembohong ini gitu loh, yang merusak bangsa ini, menghancurkan bangsa ini,” imbuhnya.

Kembali Pertanyakan Keaslian Foto di Ijazah

Selain mengulang klaim mengenai asal-usul ijazah, Rustam juga kembali mempertanyakan foto yang terdapat pada dokumen tersebut.

Ia mengaku memiliki penilaian sendiri terkait perbedaan ciri fisik yang menurutnya tidak sesuai dengan Jokowi.

“Dan sok menyatakan ijazah itu asli, padahal palsu, seribu persen palsu,” bebernya.

Rustam kemudian menguraikan alasan yang menurutnya menjadi dasar klaim tersebut.

“Foto itu bukan foto Jokowi, gigi yang gingsul itu bukan gigi Jokowi, bibir Jokowi itu tidak seperti itu, bibir Jokowi itu kalau kita perhatikan sebelah kirinya miring. Yang ini rata, bibirnya agak tebal, itu bukan Jokowi,” tandasnya.

Hingga saat ini, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.

Klaim-klaim yang disampaikan Rustam Effendi tersebut merupakan pernyataan sepihak dan belum memperoleh pembuktian maupun penetapan melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun Eko Sulistyo yang terus disebut oleh Rustam hingga saat ini masih belum memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya.

Artikel terkait lainnya