

DEMOCRAZY.ID — Peta persaingan elektoral menuju Pemilu 2029 mulai memanas di lumbung suara utama Pulau Jawa.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) secara tegas menyatakan optimismenya bahwa Provinsi Jawa Tengah akan tetap berdiri kokoh sebagai basis suara utama atau yang dikenal luas sebagai “kandang banteng” pada kontestasi mendatang.
Keyakinan tersebut tidak goyah sedikit pun, meskipun Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, telah menyatakan rencana pencalonannya sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V.
Sebagaimana diketahui, putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo itu membidik wilayah pemilihan yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, hingga Kota Solo.
Menariknya, wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai basis konstituen dan teritorial utama milik Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
Menanggapi rencana manuver politik Kaesang yang turun langsung di dapil yang sama dengan Puan, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menanggapinya secara santai.
Ia menilai langkah tersebut sama sekali bukan sebuah bentuk konfrontasi personal, melainkan bagian dari hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin undang-undang.
“Oh, orang nyalon kok nantang. Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh,” ujar Ganjar saat memberikan tanggapannya.
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menegaskan bahwa negara melindungi ruang partisipasi politik bagi siapa pun yang ingin bertarung di bursa legislatif.
Oleh sebab itu, kehadiran figur politik mana pun di suatu wilayah pemilihan merupakan dinamika yang lumrah dalam negara demokrasi.
Kendati bakal berhadapan langsung dengan Ketua Umum partai pendukung rezim di teritorialnya sendiri, Ganjar tetap memegang keyakinan penuh bahwa dominasi suara partainya di Jawa Tengah tidak akan mengalami pergeseran berarti.
Faktor kedekatan historis serta perbedaan panji partai diyakini menjadi benteng kuat bagi konstituen.
“Saya masih yakin kandang banteng,” tegas Ganjar singkat.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa perolehan suara Puan Maharani di Dapil Jateng V akan tetap stabil dan aman dari potensi gerusan suara, mengingat basis ideologis pemilih di wilayah tersebut sudah terbangun lama di bawah garis perjuangan partai berlambang banteng moncong putih.
“Nggak, nggak, kita kan partainya beda,” tandasnya menyikapi potensi persaingan terbuka tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan sikap politik PDIP yang menyambut terbuka segala bentuk kompetisi elektoral, sembari tetap menjaga optimisme untuk mempertahankan supremasi suara di jantung pertahanan tradisional mereka pada Pemilu 2029 mendatang.