DEMOCRAZY.ID – Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu tingkat kepuasan tertinggi yang pernah diraih seorang kepala daerah dalam survei opini publik.
Hasil survei yang dirilis di Bandung, Kamis (23/7/2026), menunjukkan sebanyak 39,3 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi, sementara 56,1 persen lainnya mengaku cukup puas.
Adapun responden yang menyatakan kurang puas tercatat 3,3 persen, tidak puas sama sekali 0,5 persen, sedangkan 0,8 persen menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan mayoritas warga Jawa Barat memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Dedi sejak menjabat sebagai gubernur.
“Adapun 0,8 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban,” ujar Djayadi saat memaparkan hasil survei di Hotel El Royal Bandung.
Selain mengukur kepuasan terhadap gubernur, LSI juga memotret persepsi publik terhadap kondisi ekonomi dan penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Barat.
Sebanyak 44,3 persen responden menilai kondisi ekonomi Jawa Barat berada dalam kategori sedang.
Sementara penilaian terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tergolong positif.
Sebanyak 60,2 persen responden menyebut penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik hingga sangat baik, 30,4 persen menilai sedang, dan 8,1 persen menilai buruk hingga sangat buruk.
Menurut Djayadi, sektor pembangunan infrastruktur dan layanan dasar menjadi aspek yang memperoleh apresiasi paling tinggi dari masyarakat.
Sementara itu, sektor ekonomi masih menjadi tantangan meski lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, LSI juga mengukur tingkat pengenalan masyarakat terhadap sejumlah program prioritas, seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), dan Sekolah Maung (Manusia Unggul).
Mayoritas responden yang mengetahui program tersebut menyatakan mendukung pelaksanaannya, meski tingkat awareness masyarakat masih berada di bawah 50 persen.
Survei dilakukan pada 2-9 Juli 2026 terhadap 800 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Jika dibandingkan dengan survei kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto, angka yang diraih Dedi Mulyadi memang lebih tinggi secara nominal.
Sejumlah survei nasional yang dirilis berbagai lembaga sepanjang 2025 hingga 2026 umumnya menempatkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo di kisaran 80 hingga 90 persen, bergantung pada waktu pelaksanaan dan metodologi masing-masing lembaga.
Namun, perbandingan tersebut tidak dapat disamakan secara langsung karena objek dan cakupan surveinya berbeda.
Survei LSI mengenai Dedi Mulyadi hanya mengukur pendapat warga Jawa Barat terhadap gubernurnya, sedangkan survei kepuasan Presiden menggunakan responden yang mewakili masyarakat Indonesia secara nasional.
Karena itu, meski angka kepuasan Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen dan secara nominal melampaui tingkat kepuasan Presiden dalam sejumlah survei nasional, kedua hasil tersebut tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara setara karena mengukur populasi dan tingkat pemerintahan yang berbeda.