Bongkar Sisi Gelap Kekuasaan! Cerita Megawati Pergoki Intelijen Sendiri, Ungkap Hidupnya Tak Pernah Lepas dari Penguntitan

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melempar pengakuan mengejutkan di hadapan publik.

Presiden kelima RI ini blak-blakan menyebut dirinya kerap menjadi target pemantauan ketat oleh aparat intelijen negara dalam berbagai kesempatan.

Kejadian tersebut kembali dirasakannya secara langsung saat menghadiri pembukaan pameran sejarah dan arsip foto bertajuk “Meretas Jalan Demokrasi” di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Di tengah acara, Megawati meyakini ada mata-mata negara yang menyusup di antara para tamu undangan.

“Saya yakin di sini ada intel atau apa-apa. Betul, hidup saya ini kan diintelin terus. Kayaknya saya iki opo gitu. Tapi, saya tahu, saya diam aja,” ujar Megawati.

Aksi Kocak Intel Baca Koran Terbalik

Megawati bahkan menceritakan momen jenaka ketika dirinya memergoki gerak-gerik janggal seorang anggota intelijen yang sedang menyamar untuk mengawasinya.

Alih-alih bersembunyi dengan sempurna, petugas tersebut justru melakukan kecerobohan konyol yang langsung mengundang kecurigaan.

Menurut Megawati, oknum intel tersebut kedapatan berpura-pura membaca koran demi menutupi identitasnya.

Namun, karena terlalu tegang atau kurang berpengalaman, posisi lembaran koran yang dipegangnya justru dalam kondisi terbalik.

“Saya tahu itu ada intel, terus dia bawa koran. Kok benar menurut saya. Dia itu pura-pura baca, tapi terbalik coba,” ucapnya sambil mengenang kejadian tersebut.

Pesan Satai untuk Petugas: “Bapak Nggak Bakal Temukan Hal Jelek”

Kendati aktivitas pribadinya kerap diintai dan diawasi secara diam-diam, Megawati mengaku tidak menyimpan rasa benci sedikit pun kepada para petugas di lapangan.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa mereka hanyalah bawahan yang terikat oleh rantai komando untuk menjalankan perintah atasan.

Meski menilai tugas pengawasan tersebut kerap berada di luar batas kewajaran kemanusiaan, Megawati memilih menghadapinya dengan kepala dingin.

Alih-alih marah, ia justru mendatangi langsung sang petugas dan memberikan pesan menohok namun santai.

“Jadi sebenarnya orang itu juga masih punya nurani, hanya menuntut perintah, perintah yang menurut saya tidak berperikemanusiaan. Ya akhirnya saya datangi, saya cuma tepok aja, Pak Intel, baik-baiklah nginteli saya. Tapi, Bapak nggak akan menemukan hal-hal yang jelek,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya