Efek Ucapan ‘Emang Gue Pikirin’ dari Prabowo: IHSG Langsung Ambyar Dilanda Sentimen Negatif!

DEMOCRAZY.ID – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh potongan video pidato terbaru dari Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pidato tersebut, Prabowo menggunakan sejumlah kalimat informal dan blak-blakan seperti “ndasmu”, “emang gue pikirin”, dan “menyenyenye”, yang langsung memicu reaksi keras dari warganet.

Unggahan video yang viral di platform X (sebelumnya Twitter) di akun @txtdrimedia memperlihatkan sang Presiden berbicara dengan nada berapi-api di balik podium resmi.

Gaya penyampaian yang dinilai sarat akan aksi taunting atau menyindir tersebut memancing perdebatan hangat di kolom komentar akun tersebut.

Bukan sekadar konsumsi ruang digital, pernyataan kontroversial ini disinyalir turut memengaruhi sentimen pasar modal di dalam negeri.

Bersamaan dengan viralnya video tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami penurunan atau zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) sebelum akhirnya memantul ke zona hijau.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.873,07 sebelum bergerak turun ke 5.865,68, melemah 18,20 poin atau -0,31%. Namun per pukul 09.02 WIB IHSG naik 0,35% ke 5.904,28.

Sebanyak 177 saham menguat, 194 saham melemah, sementara 588 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp235,4 miliar dengan volume 331,9 juta saham yang diperdagangkan dalam 38.560 kali transaksi.

Sejumlah warganet dan pengamat pasar modal amatir di media sosial mengaitkan penurunan indeks saham ini dengan hilangnya kepercayaan investor terhadap retorika publik yang disampaikan oleh kepala negara.

“Setiap pidato, setiap ‘omon kosong’, pasar langsung merespons negatif. Investor seolah kehilangan kepercayaan melihat komunikasi publik yang dinilai kurang berhati-hati,” tulis salah satu akun menanggapi video tersebut.

Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menuai ribuan reaksi berupa repost, tanda suka, dan komentar dari masyarakat yang menyayangkan pilihan kata dalam pidato resmi kenegaraan tersebut.

Sebagai informasi, pernyataan yang memicu reaksi warganet tersebut terekam dalam sambutan di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Pada kesempatan itu Prabowo menegaskan bahwa rakyat, khususnya petani dan nelayan, lebih suka pidato yang lugas dan berapi-api dibandingkan kalem.

“Iya kan? Ini karena banyak wartawan, aku pidato aku harus aku atur gitu ya. Nanti yang dikutip yang apa tuh yang agak keras-keras dikit. Tapi kalau sama petani nelayan bicaranya harus keras, betul enggak? Kalau bicara kalem-kalem kalian enggak akan dengar, benar ya?” kata Prabowo.

Beberapa saat kemudian Prabowo keceplosan menyebut ‘Ndasmu’.

Dia lantas bercanda meminta kalimat tersebut dipotong saat ditayangkan media.

Ia menyadari ucapannya bisa memicu kritik, namun menegaskan tidak ambil pusing.

“Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah. Endasmu, eh, sorry, sorry,” tutur Prabowo.

“Coba di-delete, delete. Heh, friend ya? Wartawan kita kompak ya. Coba yang gitu-gitu, nanti gue dihajar lagi itu. Emang gue pikirin,” kata Prabowo sembari tertawa dan disusul respons riuh dan tepuk tangan petani dan nelayan.

Namun, pernyataan itu justru memicu kontroversi di media sosial. Bahkan, hingga berita ini diterbitkan, kata kunci “EMANG GUE PIKIRIN” masih jadi trending topik di X.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya