DEMOCRAZY.ID – Aktivis sosial, Muhammad Said Didu, kembali memberikan peringatan terkait dinamika politik antara Presiden Prabowo Subianto dan keluarga Jokowi.
Said Didu menyentil langkah politik keluarga Jokowi yang semakin aktif, termasuk safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut dia, perkembangan tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi Prabowo dalam membaca peta politik ke depan.
Said Didu menggambarkan situasi politik saat ini sebagai persaingan yang semakin keras.
“Seperti yang berkali-kali saya katakan bahwa sekarang sudah pada titik to Kill or to be killed,” ujar Said Didu, Kamis (13/8/2026).
Said Didu kemudian menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menyebut Jokowi telah terlibat langsung dalam mempersiapkan putranya untuk melanjutkan karier politik hingga posisi tertinggi di pemerintahan.
“Jokowi sudah terjun langsung persiapkan anaknya (Gibran) untuk jadi Persiden,” tukasnya.
Lanjut Said Didu, aktivitas politik keluarga Jokowi tidak bisa dilepaskan dari kalkulasi kekuasaan untuk masa mendatang.
Pria kelahiran Kabupaten Pinrang ini turut menyebut istilah ‘Geng SOP’ yang menurutnya semakin terlihat arah politiknya.
“Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) makin jelas arahnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Jokowi mengingatkan seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar tidak cepat berpuas diri dan terus memperkuat kerja-kerja politik di tengah masyarakat.
Menurut Jokowi, perjuangan PSI tidak hanya berorientasi pada perolehan kursi di parlemen, melainkan juga membangun kekuatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput sebagai modal menghadapi Pemilu 2029.
Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).
Di hadapan ribuan kader, Jokowi menegaskan bahwa PSI memiliki target yang lebih besar dibanding hanya memastikan keterwakilan di DPR RI.
Meski demikian, ia memilih tidak mengungkap secara rinci sasaran yang dimaksud.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” ucap Jokowi.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi legislatif, tetapi juga dari kokohnya struktur organisasi hingga tingkat desa.
“Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah,” tegasnya.
Selain berbicara mengenai target politik, Jokowi juga menitipkan pesan kepada seluruh kader PSI agar konsisten mendampingi masyarakat.
Ia meminta para kader tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi juga aktif mendengar keluhan warga dan membantu mencarikan solusi.
“Untuk seluruh kader dan pengurus, utamanya Kota Kupang, saya titip agar kita semuanya terus dan konsisten selalu berada di tengah-tengah rakyat, mendengar keluhan dan menyelesaikan masalah mereka,” katanya.
Dalam arahannya, Jokowi juga mengingatkan agar setiap persoalan yang dihadapi masyarakat terlebih dahulu diselesaikan melalui mekanisme organisasi partai.
Ia meminta kader memanfaatkan struktur kepengurusan mulai dari tingkat daerah hingga pusat sebelum meminta bantuan kepadanya.
“Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau nggak bisa disampaikan, minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau nggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau nggak bisa lagi, ke DPP,” imbuhnya.
Meski demikian, Jokowi tetap membuka ruang bagi kader yang mengalami kesulitan setelah seluruh jalur organisasi ditempuh.
Namun, ia mengingatkan agar dirinya tidak dijadikan tujuan pertama setiap kali menghadapi persoalan.
“Kalau nggak bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo,” tandasnya.