

DEMOCRAZY.ID – Aksi bom bunuh diri yang menargetkan kereta pengangkut personel militer di Quetta kembali menyingkap rapuhnya keamanan di jalur logistik strategis Pakistan.
Insiden berdarah di ibu kota Balochistan ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 70 warga lainnya.
Ledakan hebat memicu kehancuran fatal saat rangkaian gerbong melintasi Stasiun Chaman Phatak pada Minggu pagi.
Tiga gerbong beserta lokomotif dilaporkan keluar dari rel, sementara dua gerbong lainnya terbalik sepenuhnya.
A suicide attack in Quetta, Pakistan, has killed at least 34 people and injured 82 others. The blast struck a train, with gunfire heard nearby. Vehicles were damaged and windows of surrounding buildings were shattered. pic.twitter.com/1Rcu0cc7Mu
Baca Juga— World Source News (@Worldsource24) May 24, 2026
Kereta komuter tersebut sedang membawa para prajurit beserta keluarga mereka yang hendak pulang ke kampung halaman demi merayakan Idulfitri.
Otoritas setempat mengonfirmasi kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) berada di balik serangan mematikan ini.
Pihak BLA sendiri telah merilis pernyataan resmi yang mengklaim bertanggung jawab atas sabotase jalur transportasi massal tersebut.
Rekaman visual dari lokasi kejadian memperlihatkan pemandangan mengerikan berupa puing-puing gerbong yang hangus terbakar.
🚨🚨BREAKING NEWS 🚨
🇵🇰 Suicide Blast Kills at Least 23 in Pakistan Train Attack
Baca JugaA powerful suicide explosion has struck a train route in Pakistan, leaving at least 23 people dead. The blast happened along the railway line, causing major shock and sadness across the country.… pic.twitter.com/QWS8JUlMnS
— Corefrontline (@corefrontline) May 25, 2026
Ledakan hebat ini juga menghancurkan kendaraan yang terparkir di sekitar stasiun serta merusak struktur bangunan terdekat.
Warga lokal dikejutkan oleh getaran hebat yang seketika memecahkan seluruh kaca jendela rumah mereka.
Seorang penduduk setempat menceritakan kepanikan luar biasa yang terjadi ketika fajar baru saja menyingsing. Saat itu, sebagian besar masyarakat sekitar rel stasiun masih terlelap tidur.
“Kereta sedang bergerak dan ada penumpang di dalamnya ketika ledakan itu terjadi,” kata Naseer Ahmed, seorang warga lokal kepada BBC.
Train GUTTED after suicide bombing in southwest Pakistan
At least 24 killed — officials
Car packed with explosives DETONATED near trackshttps://t.co/0qetwuKcEl pic.twitter.com/WxwyYBZdiC
— RT (@RT_com) May 24, 2026
Sejumlah saksi mata di area kejadian menyebutkan bahwa sebuah kendaraan sarat bahan peledak sengaja ditabrakkan ke badan kereta.
Metode ofensif ini sengaja dipilih untuk memaksimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa.
Aparat kepolisian bersama birokrasi sipil Balochistan mengkhawatirkan angka kematian akan terus meroket tajam dalam beberapa waktu ke depan.
Di antara daftar korban yang tewas, tiga di antaranya telah teridentifikasi sebagai prajurit aktif.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melayangkan kecaman paling keras terhadap aksi teror yang dianggap mencederai nilai kemanusiaan ini.
A massive explosion was heard in Quetta, Balochistan province of Pakistan. Local sources said that a bomb exploded near a paramilitary installation close to a passing train. “Two bogeys have been derailed due to the impact of the explosion”. It was not immediately clear what was… pic.twitter.com/WaSuxikn6d
— Iftikhar Firdous (@IftikharFirdous) May 24, 2026
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur selangkah pun dalam melawan radikalisme.
Pemerintah pusat berjanji akan mengusut tuntas aktor intelektual di balik sabotase berdarah menjelang hari raya keagamaan ini.
Seluruh instansi terkait diminta bergerak cepat memulihkan kondisi psikologis para korban.
“tindakan terorisme yang pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan,” tegas PM Shehbaz Sharif.
Situasi darurat langsung diberlakukan pada seluruh rumah sakit di Quetta guna mempercepat penanganan medis para korban luka.
Tim dokter dikerahkan secara masif demi menyelamatkan pasien yang berada dalam kondisi kritis.
“Seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Balochistan di masa duka ini,” tambah sang Perdana Menteri.
Sebelum insiden terjadi, para penumpang bertolak dari kamp militer terdekat menuju stasiun utama di Quetta.
Rencana awal, mereka akan melanjutkan perjalanan panjang ke Peshawar sebelum menyebar ke desa halaman masing-masing.
Aksi sabotase terhadap infrastruktur kereta api bukan merupakan fenomena baru dalam konfrontasi bersenjata di wilayah Balochistan.
Selama dua tahun terakhir, armada komuter Jaffar Express telah berulang kali menjadi sasaran tembak kelompok serupa.
Bahkan pada Maret 2025 lalu, kelompok militan sempat membajak satu rangkaian kereta dan menyandera puluhan penumpang.
Ketegangan geopolitik dipicu oleh kecemburuan sosial ekonomi masyarakat lokal terhadap kebijakan otoritas pusat.
BLA secara konsisten menuduh pemerintah federal Islamabad mengeksploitasi kekayaan tambang Balochistan tanpa membagikan keuntungan bagi warga pribumi.
Sentimen ketidakadilan inilah yang terus merawat bara pemberontakan di wilayah tersebut.
Secara geografis, Balochistan merupakan provinsi terluas yang mencakup hampir 44 persen total daratan Pakistan.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan area konflik sensitif di Iran serta Afghanistan.
Kendati areanya sangat luas, kawasan bergolak ini hanya dihuni sekitar 5 persen dari total 240 juta jiwa penduduk Pakistan.
Eskalasi kekerasan antara militer dan BLA sempat memuncak pada Februari lalu hingga merenggut 31 nyawa warga sipil.
Sumber: Suara