Titik Terang Misteri Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Polisi Sisir CCTV RS dan Olah TKP!

DEMOCRAZY.ID – Polisi mulai menyisir rekaman CCTV di RS Muhammadiyah Taman Puring untuk mengusut misteri kematian Sutrimo.

Pria yang disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di Kebayoran Baru sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Aparat kepolisian tampak berada di area rumah sakit guna mengumpulkan petunjuk dan memperjelas kronologi kejadian.

Pemeriksaan rekaman kamera pengawas menjadi fokus awal petugas untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kedatangan Jenazah dan Olah Rekaman CCTV

Petugas keamanan RS Muhammadiyah Taman Puring, Okhi, mengonfirmasi keberadaan sejumlah personel kepolisian di area lobi serta ruang CCTV. Pihak kepolisian datang untuk meminta penjelasan langsung terkait kondisi korban saat pertama kali diantar ke rumah sakit.

“Ada yang lagi nyidik di CCTV di bawah,” ujar Okhi, Minggu (26/7).

Okhi menjelaskan, korban tiba di rumah sakit pada Kamis (23/7) pagi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Menurutnya, jenazah dibawah hanya untuk meminta keterangan meninggal dunia.

“Kalau untuk masuknya itu sekitar jam 10.00 WIB atau 11.30 WIB pagi. Pas tiba emang udah plus, udah meninggal. Nah, katanya ke sini hanya minta surat kematian,” ungkap Okhi.

Menggunakan Ambulans Online dan Kondisi Korban

Menurut Okhi, korban dibawa oleh dua orang pengemudi ambulans, yang kemudian disusul oleh dua orang lainnya untuk mengurus proses pemulasaraan jenazah.

Ambulans tersebut diduga dipesan secara online oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

“Sini (bagian dada) basah. Ya saya terima, saya langsung masukin ke UGD. Ditanganin sama dokter, terus minta surat kematian,” tutur Okhi.

Ia membeberkan bahwa wajah korban sudah dalam keadaan tertutup rapat saat tiba di lokasi, sehingga pihaknya tidak melihat secara langsung apakah mengeluarkan busa atau tidak.

Pihak rumah sakit hanya membantu proses pemandian jenazah sebelum akhirnya dibawa kembali oleh rombongan sebelum waktu asar.

Penyisiran TKP oleh Pusident Bareskrim Polri

Upaya pengungkapan kasus ini juga melibatkan tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Pada Minggu (26/7) malam, sejumlah penyidik berpakaian sipil melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, tempat korban pertama kali ditemukan.

Kendaraan operasional Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri tampak disiagakan di lokasi.

Petugas menyisir area luar hingga memasuki bangunan klinik guna mengumpulkan barang bukti pendukung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa kepolisian bertindak profesional dan hati-hati dalam mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk meneliti rekam medis serta riwayat pemesanan ambulans.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Penyelidikan dilakukan secara profesional untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelas Kabid Humas.

Pihak kepolisian imbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang sedang berjalan.

Artikel terkait lainnya