Mencekam! Rumah Aktivis NU Dikepung Puluhan Oknum Tentara: Orde Baru Bangkit Lagi?

DEMOCRAZY.ID – Aktivis demokrasi sekaligus Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi mengaku rumahnya diawasi dan dipantau oleh sejumlah orang yang ia yakini merupakan oknum tentara.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (25/5/2026).

Dalam unggahannya, Islah menyebut situasi tersebut telah berlangsung selama sekitar 10 hari terakhir.

Ia mengklaim aktivitas orang-orang tersebut tidak hanya memantau rumahnya, tetapi juga merekam setiap aktivitas penghuni rumah dan menguntit pergerakannya.

“Dalam 10 hari terakhir rumah saya ‘dikepung’ oleh beberapa oknum yang saya yakini tentara,” tulis Islah dalam unggahan media sosialnya.

Ia juga mengaku orang-orang tersebut hilir mudik di sekitar lingkungan rumahnya, memotret aktivitas warga, hingga menanyakan rutinitas dirinya kepada tetangga sekitar.

Menurutnya, kondisi itu membuat suasana rumah terasa seperti berada dalam pengawasan khusus.

Islah mengatakan penggunaan istilah “kepung” bukan tanpa alasan.

Ia merasa aktivitas pemantauan dilakukan secara terbuka maupun tertutup sehingga menimbulkan tekanan psikologis bagi dirinya dan keluarga.

Dalam pernyataannya, Islah turut menyinggung kembali munculnya nuansa praktik represif ala masa Orde Baru.

Ia menyebut istilah seperti Dwifungsi ABRI, Kopkamtib, dan UU Subversif memang sudah tidak ada, namun menurutnya ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menghidupkan kembali pola pendekatan serupa terhadap kelompok kritis.

Ia menduga pengawasan tersebut berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap isu demokrasi dan supremasi sipil, termasuk kritik terhadap remiliterisasi dalam kehidupan publik.

Meski demikian, Islah menegaskan dirinya tidak akan berhenti menyuarakan kritik.

Ia menyebut intimidasi tidak akan membuat suara kelompok sipil redup dalam memperjuangkan demokrasi dan amanat reformasi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat terkait mengenai tudingan yang disampaikan Islah Bahrawi tersebut.

👇👇

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya