DEMOCRAZY.ID – Sebagian unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto rawan mangkrak.
Penyebabnya karena sebagian penerima manfaat yang di antaranya lansia tersebut tidak bisa melakukan perbaikan ketika terjadi kerusakan.
Seorang pengguna X mengaku becak listrik yang diterimanya hanya mampu menempuh sekitar 4 kilometer sebelum kembali harus diisi daya.
Ia juga mengeluhkan kendaraan menjadi sangat berat saat baterai habis, sehingga lebih sering terparkir dan jarang digunakan.
Dalam unggahan yang viral di media sosial X, pengguna tersebut mengklaim beberapa penerima lain mengalami kondisi serupa.
Padahal, berdasarkan spesifikasi yang pernah diperkenalkan kepada publik, becak listrik Pindad diklaim mampu menempuh hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya dan dirancang untuk membantu pengemudi becak lansia melalui modernisasi transportasi tradisional.
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto jadi sorotan tajam. Harganya Rp20 juta per unit, tapi cuma sanggup jalan 4 km.
Sudah 2.303 unit didistribusikan, tapi menimbulkan keluhan: beban kayu terlalu berat, baterai drop, mobilitas terganggu. pic.twitter.com/g1Bk3SFS7e
— mir (@cadoize3) June 26, 2026
Terkait hal ini, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) selaku penyalur bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi.
Hasilnya, becak-becak yang trouble atau rusak tersebut telah disediakan bengkel khusus untuk perbaikan.
“Dari evaluasi kami, pembagian (becak listrik, red) kepada kelompok pertama itu ada yang mangkrak, karena ada penarik becak ini yang memang tidak bisa memperbaiki,” ujar Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Kandang Banteng Madiun
Diguyur
Becak Listrik Prabowo pic.twitter.com/ANoZyqRir0— Agus Susanto IV (@cobeh2022) January 29, 2024
Padahal, diakui Teguh, jika terjadi kerusakan pada becak listrik bantuan Presiden Prabowo tersebut cara memperbaikinya tergolong mudah.
Biasanya terjadi pada kelistrikan dan tinggal disesuaikan dayanya.
“Pada saat evaluasi itu sekringnya mati karena antara baterai dengan colokan ini kabelnya tidak seimbang. Harusnya kalau aki sekian, amperemeternya sekian, disesuaikan. Jadi sebenarnya cukup mudah dan saat ini sebagian sudah kami perbaiki,” ujarnya.
next apa lagi? comot anggaran buat bikin powerbank becak listrik?
abis gt pas mereka ngecas harga listrik di naikin 😮💨 pic.twitter.com/KXILoTU3vw— Sendal Jepit Terbang (@Cakra_Ardila) June 26, 2026
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Teguh, minimnya pengetahuan para penerima manfaat yang sebagian merupakan penarik becak berusia lansia itulah yang mengakibatkan becak listrik akhirnya mangkrak.
“Pengetahuan tentang elektrik ini yang kurang dari para penarik becak. Maka kami sarankan untuk di bawa ke bengkel VIAR (produsen otomotif), karena kami sudah kerjasama,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo melalui Yayasan GSN tersebut turut disalurkan kepada para penarik becak di Kabupaten Malang.
Pada tahap awal, di Kabupaten Malang telah disalurkan 200 unit becak listrik pada Januari 2026.
Pada tahap awal tersebut, para penarik becak yang telah lansia menjadi prioritas. Hingga saat ini, becak listrik terus diproduksi oleh PT Pindad.
Sehingga diharapkan seluruh penarik becak di Indonesia bakal menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Sementara itu, PT Pindad selaku yang memproduksi becak listrik itulah yang turut menjalin kerjasama dengan VIAR.
Salah satunya kerjasama untuk menyediakan bengkel khusus becak listrik bantuan Presiden Prabowo tersebut.
“VIAR juga sudah kerjasama dengan PT Pindad. Sehingga untuk bengkel-bengkel VIAR ini sudah ada di seluruh kabupaten-kota. Bisa dibawa ke situ agar tidak ada becak yang rusak, sehingga tidak ada becak yang mangkrak,” pungkasnya.
Sumber: Fajar