DEMOCRAZY.ID – Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintahannya bisa digulingkan tak lama lagi.
Hal tersebut disampaikan Noel usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026) kemarin, setelah dirinya dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara.
Menurutnya, pada Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Bakal banyak pejabat yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Dan satu lagi saya coba ingatkan Pak Prabowo. Dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo,” kata Noel.
Menurutnya, konsolidasi saat ini sudah matang dan dilakukan dari berbagai kalangan.
“Konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan semuanya,” ucapnya.
Ke depan, dia menyebut hanya cukup satu pemantik lagi. Lalu, Prabowo bakal digulingkan.
“Tinggal satu, butuh satu pemicu. Dan (Reformasi) 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi,” terangnya.
Dia mengatakan Prabowo mesti peka. Jika tidak, bakal terjadi gejolak sosial.
“Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini, kita sudah lihat dolar semakin tinggi, indeks harga saham gabungan kita juga sudah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial, yang indikatornya adalah gejolak ekonomi,” imbuhnya.
Noel meminta Prabowo memperbanyak kawan dari berbagai kalangan.
“Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDIP. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya, dan PDIP juga punya loyalitas ideologis. Jangan cari partai yang ke sana-ke sini,” kata Noel.
Menurutnya, kawan yang dicari mesti loyal, bukan hanya yang mencari jabatan.
“Dan jangan cari kawan yang hanya berorientasi mencari jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatannya luar biasa,” pungkasnya.
Sumber: Fajar