Relawan Gibranku Ngamuk Besar: Parpol Koalisi Pemerintah Sengaja Biarkan Gibran Diserang Sendirian!

DEMOCRAZY.ID — Retakan di lingkaran pendukung kekuasaan kian menganga.

Di tengah badai gugatan hukum dan serangan opini publik yang menghantam keabsahan status Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK), kelompok relawan pendukung melayangkan kekecewaan mendalam terhadap sikap para elite partai politik koalisi pemerintah yang dinilai “main aman”.

Ketua Umum Jaringan Nasional “Gibranku”, Ananta Agung Junaedy, secara terbuka menyayangkan sikap pasif dan acuh tak acuh yang ditunjukkan oleh partai-partai politik pengusung di Senayan.

Menurutnya, para elite koalisi seolah lepas tangan dan membiarkan Gibran menghadapi terjangan badai kritik seorang diri tanpa pembelaan yang sepadan.

Ananta menegaskan, solidaritas dan kesetiaan politik seharusnya tidak hanya diukur dari kalkulasi pragmatis saat pembagian kursi kabinet, jatah kekuasaan, atau kemeriahan masa kampanye semata.

Ujian sejati dari sebuah aliansi kepemimpinan justru terbukti ketika figur yang diusung tengah berada di dalam tekanan badai politik.

“Kami di akar rumput terus bergerak dan pasang badan, namun kami melihat hampir tidak ada pembelaan yang proporsional dari partai politik yang selama ini berdiri di barisan yang sama,” kata Ananta kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Kritik Keras: Kesetiaan Diuji Saat Badai

Lebih lanjut, Ananta mengingatkan para elite partai agar tidak bersikap oportunis dengan berlindung di balik kalkulasi politik yang sempit demi menyelamatkan citra masing-masing, sementara figur ring satu istana digempur berbagai sengketa hukum.

“Sangat disayangkan jika kalkulasi politik membuat kawan-kawan koalisi terkesan ‘main aman’ dan membiarkan tokohnya diserang sendirian. Kami ingin mengingatkan kembali kepada partai politik: kesetiaan itu diuji saat ada badai, bukan hanya saat laut sedang tenang,” ujarnya menegaskan.

Pernyataan tajam dari simpul relawan ini semakin memperlihatkan adanya jurang pemisah antara militansi barisan akar rumput dan sikap hati-hati (prudence) para politisi Senayan.

Di saat kelompok relawan melontarkan ancaman keras hingga tekanan massa demi membela kedudukan sang wakil presiden, para petinggi partai koalisi justru memilih mengambil jarak di tengah detik-detik krusial menanti palu putusan Mahkamah Konstitusi.

Artikel terkait lainnya