DEMOCRAZY.ID – Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal anggaran bantuan sapi kurban Presiden Prabowo disorot.
Ia mengaku belum tahu detail anggaran sekitar Rp100 miliar yang beredar di publik.
“Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu,” ujar Purbaya di kantor DJP, Rabu kemarin usai salat Idul Adha.
Purbaya merujuk penjelasan ke Kementerian Sekretariat Negara.
Menurutnya, anggaran bantuan sapi kurban kemungkinan dikelola instansi tersebut.
Pernyataan minim klarifikasi itu memicu kritik dari Senator DPD RI, Abdul Kholik.
Ia menilai Menkeu perlu menahan diri dan lebih hati-hati saat bicara ke publik.
“Sebaiknya Purbaya kurangi gaya komunikasi ceplas-ceplos. Lakukan cross check dulu, baru beri jawaban yang jelas agar publik tak salah paham,” kata Abdul Kholik, Sabtu 30 Mei 2025.
Menurutnya, jawaban “tidak tahu” justru memperlebar miskomunikasi, apalagi Sekretariat Negara sudah lebih dulu menjelaskan program bantuan sapi kurban itu ke publik.
Abdul Kholik menyebut ini bukan kali pertama pernyataan Purbaya menimbulkan kegaduhan.
Sebelumnya, komentarnya soal anggaran program makan bergizi juga dinilai menimbulkan kesan pemerintah tak kompak.
“Terakhir soal sapi kurban. Jawaban ‘tidak tahu’ itu malah membuat publik bingung. Padahal Sekneg sudah menjelaskan,” ujarnya.
Ia menyarankan Purbaya lebih menahan diri dalam memberi komentar.
“Kalau perlu, serahkan urusan komunikasi ke juru bicara Kemenkeu dulu. Tujuannya agar tak ada lagi risiko miskomunikasi,” kata Abdul Kholik.
Di sisi lain, Abdul Kholik mengapresiasi program bantuan sapi kurban Presiden Prabowo.
Menurutnya, program itu berdampak baik karena membantu peternak lokal dan pemerataan daging kurban ke masyarakat.
“Programnya bagus, menyerap produk ternak lokal. Tapi komunikasi publiknya harus diperbaiki supaya manfaatnya tersampaikan dengan baik,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, heran dengan pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengenai 1.098 sapi kurban yang dibagikan atas nama Presiden Prabowo Subianto.
“Lah katanya pakai APBN, masa Menkeu sampai gak tau?,” ucap Gus Hilmi, Kamis 28 Mei 2026.
Sumber: Fajar