DEMOCRAZY.ID – Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta, dengan membawa poster bertuliskan “Kami Muak!”, “Audit MBG!”, hingga “Rombak Total MBG”.
Massa bahkan melakukan aksi simbolik penyegelan kantor BGN sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam aksi tersebut, koordinator aksi yang akrab disapa Galau menegaskan bahwa tuntutan utama mereka bukan sekadar pergantian pimpinan BGN, melainkan perombakan menyeluruh terhadap tata kelola program MBG.
“Hari ini kami ingin mengucapkan selamat kepada Ibu Nanik Deyang yang sudah menjadi Kepala BGN. Selamat menjabat dan harus menuntaskan segala bentuk masalah-masalah yang hari ini belum terselesaikan,” kata Galau D. Muhammad dalam orasinya, Rabu (10/6/2026).
“Penggantian wajah pimpinan BGN tidak mengartikan bahwa MBG hari ini berubah secara sistemik,” katanya menambahkan.
Menurut dia, masalah yang mereka soroti selama ini tetap sama, yakni tuntutan moratorium total, audit kelembagaan, dan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.
“Yang kita tuntut dari awal masih sama, tentang moratorium total, tentang evaluasi audit kelembagaan secara total mengenai program ini secara sistemik. Penggantian Kepala BGN tidak menuntaskan masalah secara akar-akarnya,” ujarnya.
Aksi tersebut berlangsung cukup ‘meriah’. Massa membawa peralatan dapur seperti panci dan sendok kayu sambil meneriakkan yel-yel, “Segel BGN sekarang juga!”.
Mereka juga membagikan makanan gratis kepada para pengendara yang melintas dan jurnalis sebagai simbol bahwa pemenuhan gizi dapat dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara.
Di depan papan nama besar Badan Gizi Nasional, massa menempelkan berbagai poster kritik dan garis kuning menyerupai segel.
Beberapa peserta aksi bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti dugaan buruknya tata kelola program MBG, transparansi anggaran, hingga dugaan konflik kepentingan.
Galau kemudian memberikan ultimatum kepada BGN agar segera merespons tuntutan masyarakat sipil.
“Oke hari ini teman-teman, tuntutan dari koalisi MBG Watch sangat sederhana. Kita menuntut moratorium total, evaluasi secara keseluruhan program MBG ini,” kata dia.
“Melakukan audit secara keseluruhan anggaran yang telah dikucurkan untuk program MBG. Dan memastikan kasus korupsi yang menjerat mantan kepala BGN diusut tuntas-tuntasnya,” katanya menambahkan.
Ia menegaskan, koalisi memberikan waktu selama 30 hari kepada BGN untuk melakukan pembenahan.
“Tuntutan ini kami beri waktu 30 hari untuk BGN merespons dengan sebenar-benar itikad yang tulus, memastikan tuntutan dari koalisi MBG Watch dan masyarakat secara keseluruhan dipenuhi. Kalau tidak, kami berjanji akan hadir di sini lagi, menyegel BGN lagi dengan massa yang lebih besar!” tegasnya disambut sorakan peserta aksi.
Saat ditemui usai aksi, Galau kembali menegaskan tiga tuntutan utama MBG Watch.
Pertama, penghentian sementara atau moratorium program MBG untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kedua, audit total terhadap penggunaan anggaran.
Ketiga, pengalihan atau konversi sebagian anggaran ke sektor yang dinilai lebih mendesak seperti pendidikan dan kesehatan.
Ia juga menekankan bahwa moratorium yang dimaksud bukan penghentian permanen, melainkan jeda sementara untuk membenahi tata kelola program.
“Ya, kami menuntut selama proses perombakan, penyesuaian, semua program MBG dihentikan,” pungkas Galau.
Sumber: Suara