Pengakuan Gus Nur Telepon Presiden Prabowo Langsung Diangkat, Obrolan Rahasia Terkuak?

DEMOCRAZY.ID — Hubungan masa lalu antara tokoh kontroversial Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dengan Presiden Prabowo Subianto kembali menguak ke permukaan.

Di tengah dinamika politik nasional yang sarat ketegangan, Gus Nur membagikan kisah personal yang memperlihatkan respons cepat Prabowo tatkala dirinya menghadapi situasi hidup dan mati di masa lampau.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2018 silam, tatkala bencana gempa bumi dan tsunami melanda Palu, Sulawesi Tengah.

Saat itu, Gus Nur mengaku telah menetap selama 11 tahun di Palu dan mendirikan pondok pesantren di wilayah tersebut.

Ia mengenang betapa mengerikannya situasi pascabencana, di mana kawasan padat penduduk seperti Desa Petobo seketika luluh lantak dan hilang dari peta.

Situasi kian mencekam di tengah gelombang penjarahan dan macetnya distribusi bantuan, yang memicu ribuan warga berbondong-bondong melakukan eksodus darurat menuju bandara.

Di tengah kekacauan tersebut, sang istri ikut terjebak di area bandara dalam kondisi yang sangat tidak kondusif.

Meski mengaku sebagai sosok yang jarang meminta tolong kepada para pejabat, situasi darurat memaksa Gus Nur untuk menghubungi Prabowo Subianto secara langsung.

“Pak Prabowo, tolong istri saya terjebak di bandara,” ujar Gus Nur menirukan percakapannya kala itu.

Respons yang ditunjukkan Prabowo disebutnya berjalan sangat cepat.

Tak lama berselang, Prabowo menghubungi kembali dan mengabarkan bahwa proses evakuasi telah berhasil dilakukan melalui operasi militer.

“Gus, istrimu sudah diselamatkan di titik koordinat yang aman dan sudah ketemu,” kata Gus Nur menirukan ucapan Prabowo.

Berkat intervensi tersebut, sang istri berhasil dievakuasi dan selamat dari lokasi bencana.

Kenang Perjuangan 2019, Sentil Guyonan Belum Dapat Posisi Komisaris

Dalam penuturannya, Gus Nur mengaku sudah lama mengenal sosok Prabowo dan kerap bertandang ke kediamannya.

Ia bahkan mengingatkan kembali rekam jejak perjuangannya dalam barisan pendukung Prabowo pada kontestasi Pilpres 2019 dalam gerakan ganti presiden.

Kendati memiliki kedekatan historis dan pernah memberikan dukungan politik di masa lalu, Gus Nur melontarkan banyolan khasnya dengan menyebut bahwa hingga saat ini dirinya sama sekali tidak pernah mendapat jatah posisi empuk sebagai komisaris BUMN sebagaimana anggapan miring sebagian pihak.

Kisah masa lalu ini memberikan warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk konstelasi politik dan kritik bertubi-tubi yang saat ini tengah menghantam lingkaran kekuasaan.

Artikel terkait lainnya