‘Lima Poros’ Siap Tantang Prabowo di 2029: Siapa Pemilik Tiket Politik Terkuat?

DEMOCRAZY.ID — Peta persaingan politik nasional menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memanas dan bergulir kencang.

Pengamat politik Adi Prayitno secara gamblang membongkar pemetaan lima poros kekuatan politik utama yang diprediksi bakal menjadi penantang tangguh dan berhadapan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Adi menilai konfigurasi politik menuju 2029 tidak lagi dikuasai oleh satu kekuatan tunggal, melainkan bakal diwarnai manuver sengit dari figur-figur potensial serta partai papan atas.

Poros KDM dan Anies Baswedan: Berburu Tiket dan Skenario Pecah Kongsi

Poros pertama yang disoroti Adi adalah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Dedi dinilai memiliki potensi raksasa untuk melaju ke panggung nasional apabila berani mengambil keputusan politik ekstrem: berpisah jalan dari Partai Gerindra dan mengamankan dukungan koalisi partai lain.

“Tapi beda ceritanya kalau Pak KDM pisah jalan tidak lagi bersama dengan Gerindra dan misalnya mendapatkan salah satu dukungan dari salah satu kekuatan partai politik di negara kita, ya KDM bisa melaju itu PR terbesarnya,” tegas Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya.

Sementara itu, poros kedua ditempati oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Peluang Anies untuk kembali bertarung di panggung Pilpres sangat bergantung pada keberhasilan Partai Gerakan Rakyat mengamankan status peserta Pemilu serta dukungan fraksi-fraksi pemilik kursi di Senayan.

“Anies tinggal cari tiket apakah Partai Gerakan Rakyat lolos misalnya sebagai salah satu peserta pemilu dan kemudian mampu mendapatkan dukungan dari partai-partai yang lain salah satunya lolos ke parlemen misalnya tinggal kita tunggu,“ jelas Adi.

Trah AHY, Dinasti Gibran, dan Banteng PDIP Siap Tempur

Selain Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan, Adi memasukkan tiga poros utama lainnya yang berpotensi membendung Prabowo Subianto di 2029.

Poros ketiga diisi oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sedangkan poros keempat diwakili oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Poros kelima dipegang oleh PDI Perjuangan sebagai mesin politik utama penyeimbang kekuasaan.

Banteng Moncong Putih diproyeksikan memiliki stok figur kepemimpinan yang siap diusung, mulai dari Puan Maharani, Ganjar Pranowo, hingga Pramono Anung.

“AHY begitu pun Gibran termasuk juga PDIP. Itu adalah yang saya sebut lima kemungkinan poros yang sangat mungkin akan maju di 2029 yang akan head to head dengan Pak Prabowo Subianto,” pungkas Adi.

Munculnya lima poros kekuatan ini mempertegas bahwa kontestasi Pilpres 2029 bakal berlangsung panas.

Di tengah isu keretakan, pergeseran dukungan publik, dan dinamika internal koalisi, panggung politik nasional dipastikan bergolak menanti pertarungan terbuka menghadapi rezim Prabowo!

Artikel terkait lainnya