Kader PDIP Sebut Sidang Ijazah Gibran di MK Bongkar Borok Penguasa, Jokowi Ikut Diseret!

DEMOCRAZY.ID – Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menyebut sidang sengketa syarat ijazah SMA Gibran dalam Pilpres 2024 di MK, membongkar kebohongan.

Dia menyinggung nama Jokowi.

Guntur Romli mengatakan tak sedikit pendukung fanatik Gibran maupun Jokowi yang mempertanyakan alasan ijazah itu baru dipermasalahkan sekarang.

“Pertanyaan itu, justru membongkar begitu rapatnya dokumen tersebut dikunci. Faktanya, ada dua gembok,” katanya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (5/10).

Dia mengungkapkan gembok pertama dipasang KPU yang menetapkan dokumen capres dan cawapres adalah informasi rahasia.

“Desakan publik memaksa KPU membatalkannya pada 16 September 2025, tetapi masih ada gembok kedua,” ujarnya.

Guntur Romli menjelaskan gembok kedua adalah Kemendikdasmen menetapkan surat pernyataan pendidikan Gibran, sebagai informasi yang dikecualikan.

“KIP (Komisi Infrmasi Pusat) membatalkan penetapan itu dan menyatakan surat kesetaraan pendidikan Gibran adalah informasi terbuka,” tuturnya.

Dia menyebut yang terungkap adalah hanya surat keterangan penyetaraan SMK tahun 2019 atas pendidikan grade 12 di UTS Insearch Sydney.

“Suket itu yang digunakan maju Pilpres 2024. Kenapa tak dipermasalahkan saat Pilpres 2024? Bagaimana mungkin membuktikan cacat dokumen yang disegel negara?” ujarnya.

Guntur Romli mengatakan yang patut dipertanyakan adalah alasan KPU dan Kemendikdasmen yang sama-sama merahasiakan selembar surat keterangan itu.

“Siapa yang dilindungi? Jokowi yang saat itu Presiden dan Gibran anak Presiden? Kebenaran mulai terungkap di sidang MK. Kebohongan mulai terbongkar,” ucapnya.

Artikel terkait lainnya