Geger Internal! Demokrat Akhirnya Bicara Soal 2 Kolonel Rekomendasi AHY Yang Terjerat Skandal Korupsi MBG

DEMOCRAZY.ID – Partai Demokrat buka suara mengenai daftar nama tokoh dan pejabat yang diduga meminta jatah titik dapur MBG kepada para eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu nama yang muncul adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebut menitipkan dua orang kolonel untuk mendapat jatah titik dapur MBG.

Daftar nama tersebut mencuat usai Wakil Kepala BGN 2025-2026 Sony Sonjaya mengajukan diri menjadi justice collaborator — pelaku yang membantu mengungkap kasus pidana.

Salah satunya, purnawirawan jenderal polisi tersebut akan membocorkan lebih dari 20 nama tokoh dan pejabat yang pernah meminta titik dapur MBG.

Pada saat ini, Kejaksaan Agung sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG periode 2025-2026.

Mereka adalah eks petinggi BGN yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

“Dalam unggahan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun siapa “2 Orang Kolonel” yang dimaksud,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam siaran pers, dikutip Rabu (10/06/2026).

“Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun.”

Menurut dia, AHY tak mengenal, tak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dengan Sony Sanjaya.

Putera sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, kata dia, juga tak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mau pun urusan lainnya kepada Sony Sonaya — baik secara langsung atau tidak langsung.

Hingga saat ini, Sony maupun pihak kuasa hukum sebenarnya juga belum membeberkan mengenai nama-nama tokoh besar yang diduga terlibat dalam praktik lancung.

Mereka hanya menjelaskan bahwa Sony memutuskan untuk menjadi justice collaborator atau pelaku yang membantu membongkar tindak pidana dengan membocorkan nama-nama besar yang diduga terlibat ke Kejaksaan Agung.

Kuasa Hukum Sony, Krisna Mukti juga hanya menjelaskan tokoh-tokoh tersebut berasal dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif — meski tidak membeberkan dengan lengkap identitasnya.

Dia juga enggan mengonfirmasi apakah daftar nama yang beredar benar berasal dari Sony.

“Saya tidak bisa bilang bahwa itu bener atau tidak, karena gini, ada komitmen dengan klien saya bahwa nanti yang akan menyampaikan ke publik itu adalah klien saya sendiri Nama-nama itu udah kita serahkan ke penyidik,” ujar Krisna.

Sumber: Bloomberg

Artikel terkait lainnya