DUH! Asap Karhutla Kalimantan Kepung Negara Tetangga, Media Asing Langsung Soroti Kebakaran Hutan Indonesia

DEMOCRAZY.ID — Berbagai isu nasional dan internasional, mulai dari dinamika penanganan kebakaran hutan dan lahan hingga perkembangan kebijakan strategis pemerintah, terus menjadi sorotan utama di ruang publik.

Penanganan Karhutla dan Pengerahan Personel

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mendapat sorotan sejumlah media internasional seiring meluasnya kebakaran dan kabut asap yang berdampak hingga Malaysia.

Media internasional Al Jazeera memberitakan langkah pemerintah Indonesia yang mengerahkan 1.500 prajurit tambahan untuk membantu menangani kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

Berdasarkan data pemerintah yang dikutip Al Jazeera, karhutla tahun ini telah membakar sedikitnya 200.000 hektare lahan.

Luasan tersebut disebut hampir tiga kali luas wilayah Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan pasukan setelah mengunjungi wilayah terdampak pada Sabtu.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan tiga batalion TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan akan dikirim untuk memperkuat penanganan karhutla.

Selain personel, pemerintah juga mengerahkan enam helikopter untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing.

Prabowo mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kebakaran dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mencegah api meluas.

“Kami melakukan langkah mitigasi. Yang penting adalah segera menghentikan penyebaran titik api,” kata Prabowo di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kondisi kering yang diperburuk fenomena El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.

Dampak Lintas Batas dan Sorotan Media Regional

Dampak karhutla juga mulai dirasakan di luar batas wilayah Indonesia.

Kabut asap dari Kalimantan dilaporkan menyebar hingga Sarawak, Malaysia.

Sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan juga mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah akibat kualitas udara yang memburuk.

Sementara itu, media Malaysia Malay Mail turut menyoroti dampak kabut asap dari Kalimantan Barat terhadap wilayah Sarawak.

Dalam laporan yang terbit Kamis (20/8/2026), media tersebut menyebut kondisi kabut asap diperkirakan masih berlangsung selama kebakaran di wilayah Kalimantan Barat belum sepenuhnya teratasi.

Sementara itu, Free Malaysia Today menyoroti peningkatan titik api di Indonesia yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan kabut asap di kawasan Asia Tenggara.

Media tersebut melaporkan lebih dari 3.500 titik api telah tercatat sepanjang Agustus 2026.

Jumlah itu disebut lebih dari empat kali lipat dibandingkan total titik api pada Juli dan menjadi yang tertinggi untuk bulan Agustus sejak 2015.

Free Malaysia Today juga mengaitkan peningkatan risiko karhutla dengan kondisi yang semakin kering akibat fenomena El Nino.

Artikel terkait lainnya