DEMOCRAZY.ID – Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi diprediksi berpotensi mengalami keretakan di masa mendatang.
Akademisi asal Indonesia yang mengajar di Singapura, Prof Sulfikar Amir, meramal akan ada momentum ketika Jokowi secara terbuka melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Prabowo.
Dikatakan Sulfikar, kritik tersebut bisa menyasar berbagai persoalan selama pemerintahan Prabowo, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga masalah korupsi.
Sulfikar meyakini, suatu saat Jokowi berpotensi mengambil sikap berseberangan dengan Prabowo secara terbuka.
Ia bahkan memperkirakan mantan Wali Kota Solo itu akan mengkritik hasil kepemimpinan pemerintahan yang kini dipimpin Prabowo.
“Akan ada satu masa di mana Jokowi akan menyerang Prabowo secara terbuka,” ujar Sulfikar, Senin (19/10/2026).
Ia kemudian menjelaskan bentuk kritik yang menurutnya berpotensi dilontarkan Jokowi.
Salah satunya berkaitan dengan penilaian terhadap berbagai kebijakan dan persoalan yang muncul selama pemerintahan Prabowo.
“Oh iya, akan ada akan ada satu masa di mana dia akan mengatakan bahwa kepemimpinan Prabowo itu cuma menghasilkan masalah,” tukasnya.
Sulfikar juga menyinggung program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Menurut prediksinya, program tersebut bisa menjadi salah satu isu yang dikritik apabila hubungan politik Jokowi dan Prabowo semakin merenggang.
“Program MBG itu sangat tidak realistis, korupsi itu buang-buang duit dan sebagainya gitu,” tuturnya.
Tidak berhenti di situ, Sulfikar turut menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan Prabowo telah membaca potensi perbedaan sikap politik tersebut.
Hal itu dikaitkan dengan momen acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, ketika gestur Prabowo dan Jokowi menjadi perhatian.
Sulfikar berujar, sikap keduanya dalam momen tersebut dapat dibaca sebagai indikasi adanya situasi yang kurang nyaman.
Namun, ia tidak menyebut gestur itu sebagai bukti pasti bahwa hubungan politik keduanya telah berakhir.
“Memang itu kan Pak Prabowo sudah hard feeling tuh kalau menurut saya. Oh iya saya kira itu adalah gesture yang bersifat universal ya kan,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, tidak terjadinya jabat tangan antara dua tokoh dapat menjadi gambaran adanya ketidaknyamanan dalam hubungan mereka.
“Menolak untuk berjabat tangan itu kan sebuah indikasi ada kondisi yang sedang tidak nyaman di antara dua orang ini gitu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sulfikar mengingatkan agar pembicaraan mengenai hubungan personal dan politik Jokowi-Prabowo tidak terus-menerus menjadi pusat perhatian.
Kata dia, persoalan bangsa jauh lebih luas daripada dinamika antara dua tokoh tersebut.
Karena itu, energi publik sebaiknya diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia.
“Tapi sebenarnya, kita harus keluar dari obrolan tentang dua orang ini. Enggak boleh kita terjebak, ya biarin aja. Kalau misalnya dua-duanya tidak mau jabat tangan ya biarin aja gitu,” ucapnya.
Sulfikar justru mendorong munculnya lebih banyak pihak yang bersedia bekerja sama, berdiskusi, dan membangun komunikasi untuk menyelesaikan persoalan bangsa.
“Kita cari orang yang mau berjabat tangan, mau bekerja sama, mau berdiskusi dengan baik gitu. Karena masalah bangsa ini begitu banyak gitu,” lanjutnya.
Sulfikar bilang, perhatian publik dan para pengambil kebijakan semestinya lebih banyak diarahkan pada persoalan mendasar yang membutuhkan penyelesaian serius.
Ia menyinggung sejumlah sektor yang masih menghadapi tantangan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pertanian.
Persoalan kebakaran hutan juga menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
“Jadi sebaiknya kita menghabiskan waktu untuk mencari apa yang menjadi kendala besar bangsa ini,” tandasnya.
Ia kemudian menegaskan pentingnya mencari jalan keluar yang lebih mendasar, bukan sekadar berkutat pada dinamika politik para elite.
“Tetapi kita harus mencari apa namanya kerangka politik ekonomi baru keluar dari apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Prabowo selama 10 tahun lebih,” kuncinya.
👇👇
*gelar tiker https://t.co/VCmhNxn5LA
— Mas P1yu🍉🇮🇩 (@Piyusaja2) October 19, 2026