10 Tahun Berkuasa, Politikus Golkar: Jokowi Kerap Lakukan ‘Operasi Politik’ Jatuhkan Reputasi Politik Seseorang!

DEMOCRAZY.ID — Karma politik itu nyata dan kini tengah menagih janji!

Politikus Partai Golkar, Andi Sinulingga, melontarkan kritik amat pedas terhadap mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait alibi “operasi politik” yang terus dikambinghitamkan Jokowi untuk membela skandal ijazah bodong sang anak, Gibran Rakabuming Raka.

Lewat unggahan menohok di akun media sosial X pribadinya pada Senin (19/10/2026), Andi menelanjangi rekam jejak Jokowi yang selama 10 tahun memegang tampuk kekuasaan gemar melancarkan berbagai operasi politik hitam demi merusak (down grade) reputasi para penentangnya.

“10 tahun bapak @jokowi berkuasa, ada berapa banyak operasi politik yang dilakukan untuk down grade reputasi politik seseorang? Siapa yang suka menghunus pedang, akan mati di ujung pedang!” sentil Andi Sinulingga tajam.

“Pedang Karma” Menghantam Istana Solo

Peringatan bernada filosofis dari politikus Golkar ini menyiratkan pesan mendalam: seluruh intrik kotor, kriminalisasi, dan rekayasa politik yang pernah digunakan Jokowi untuk menumbangkan lawan-lawan politiknya selama dua periode kini berbalik menghantam dan memutus urat nadi kekuasaan keluarganya sendiri.

Jokowi kini merasakan sendiri rasanya terkepung oleh gelombang amuk publik dan ketidakpercayaan massal—sebuah kondisi yang diciptakan oleh rekam jejak manipulasi hukum dan etika bernegara yang ia tanam sendiri selama sepuluh tahun terakhir.

Solusi Simpel: Tinggal Tunjukkan Ijazah Asli & Lapor Polisi!

Andi Sinulingga menyindir kepanikan Jokowi yang terus melemparkan narasi korban (playing victim) dan melempar batu sembunyi tangan.

Bagi Andi, jika dokumen ijazah milik Jokowi maupun Gibran itu benar-benar wujud dan sah secara hukum, tak perlu ada konferensi pers bernada ketakutan dari rumahnya di Solo.

“Kalau Ijazahnya nyata ada, kan operasi politiknya tak akan mempan juga pak @jokowi, tinggal tunjukkan saja & proses hukum semua yang sudah memfitnah bapak dan Gibran!” tulis Andi menantang.

Mengapa Takut Jika Benar?!

Tantangan terbuka dari Andi Sinulingga ini makin memperjelas posisi terdesak keluarga Solo.

Pembuktian ijazah asli adalah hal yang sangat sederhana dalam sistem hukum mana pun.

Menolak menunjukkan wujud fisik ijazah asli di depan persidangan dan publik, tetapi sibuk mengeluh soal “operasi politik”, justru makin menegaskan bahwa ijazah tersebut memang fiktif dan cacat sejak awal.

Senjata “operasi politik” yang dulu sering dipakai rezim Jokowi untuk melibas lawan kini telah tumpul.

Hukum karma sedang bekerja: sang penghunus pedang konstitusi kini resmi sekarat di ujung pedangnya sendiri!

Artikel terkait lainnya