Skenario Enam Poros Membara: Analisis SMRC Prediksi Pilpres 2029 Bakal Pecah Jadi 6 Kekuatan, Muncul Poros Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Guru Besar Politik Indonesia, Prof. Saiful Mujani memprediksi akan ada enam poros calon presiden pada Pilpres 2029.

Saiful menyebut, lima di antaranya masing-masing berasal dari Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, dan NasDem.

“Jadi dari delapan partai itu, lima kemungkinan ada poros. Saya sebut poros Gerindra, poros PDI Perjuangan, poros Golkar, poros Demokrat dan poros NasDem,” kata Saiful Mujani, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Di luar lima partai tersebut, Saiful menyebut masih ada kemungkinan munculnya kekuatan politik yang mengusung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, peluang poros Gibran sangat bergantung pada kekuatan elektoral.

Jika hasil survei menunjukkan elektabilitas kuat, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disebut akan berupaya mendorong putranya maju sebagai calon presiden.

“Poros Gibran ini apakah kekuatannya kalau dibolehkan, itu sangat tergantung Gibrannya. Apalagi Jokowi,” kata Saiful.

Ia menilai Jokowi sangat memperhatikan hasil survei dan pentingnya elektabilitas dalam menentukan langkah politik.

“Pak Jokowi itu sangat percaya pada survei dan pentingnya survei. Kalau Gibran itu kuat secara elektoral menurut survei, Pak Jokowi akan berusaha memajukan Gibran,” jelasnya.

Jika kekuatan tersebut terbentuk, sejumlah partai yang belum memiliki poros sendiri berpotensi bergabung.

Saiful menyebut PKB, PAN, dan PSI sebagai partai yang bisa merapat ke poros Gibran.

“Dan partai bisa masuk ke dia, misalnya partai apa yang masih kosong. Misalnya PKB, PAN ke situ. Ditambah dengan PSI,” tandasnya.

Sementara itu, Saiful menilai PKB, PAN, dan PKS lebih berpeluang mengambil posisi sebagai calon wakil presiden.

Menurutnya, PKB merupakan partai yang cukup lincah dalam membaca peluang politik.

Ia bahkan menyebut PKB berpotensi kembali berpasangan dengan Anies Baswedan, seperti pada Pilpres 2024 ketika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden pendamping Anies.

PKB, lanjut Saiful, juga berpeluang berpasangan dengan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain itu, PKB disebut bisa menjalin kerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM), maupun dengan Presiden Prabowo Subianto.

“PKB bergabung, dia yang cukup lincah, dia lihat-lihat peluang mana. Mungkin dia akan menawarkan diri lagi jadi wakilnya,” tutur Saiful.

“Apakah akan kembali dengan Anies, apa dengan AHY, atau dengan Dedi. Misalnya kayak begitu. Atau dengan Prabowo. Dan seterusnya kayak begitu,” lanjutnya.

Hal serupa, kata Saiful, juga berlaku bagi PKS dan PAN.

Ketiga partai tersebut dinilainya lebih berpeluang mengambil posisi sebagai calon wakil presiden.

“Jadi dua partai ini (PKB dan PKS) dan PAN, tiga, kansnya untuk wakil saja. Jadi yang menentukan untuk nomor satunya lima partai, Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat, dan NasDem itu,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya