Amien Rais Kritik Reshuffle Kabinet Prabowo: Tak Berani Sentuh Menteri Warisan Jokowi!

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais mengkritisi kebijakan reshuffle kabinet Prabowo Subianto.

Dia menyentil menteri era pemerintahan Jokowi.

Amien Rais mengatakan Prabowo Subianto hanya mengganti satu menteri, yakni Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

“Purbaya diganti oleh seseorang yang tergolong sosok yang tidak dikenal dan misterius,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Sabtu (19/9).

Dia menyebut Prabowo Subianto tidak berani menyentuh 17 menteri yang dahulunya juga menjabat di pemerintahan Jokowi.

“Apa mungkin takut? Sebagai murid, Pak Prabowo tidak berani terhadap gurunya. Jika gurunya dungu, kenapa tidak sekalian dibenamkan,” ujarnya.

Amien Rais berharap teriakan Prabowo yang menyebut ‘hidup Jokowi’ itu, hanya untuk memeriahkan suasana.

Dia mengingatkan perkembangan dan kemajuan Indonesia, tidak cukup signifikan dalam dua tahun terakhir ini.

“Ingat, Jokowi dan Geng Solo masih punya ambisi buta yang mungkin dilakukan dengan segala cara,” tuturnya.

Amien Rais mengingatkan Prabowo Subianto supaya tidak terlalu percaya diri.

Dia mengungkapkan kudeta itu hanya satu gebrakan.

“Namanya kudeta itu satu gebrakan dan sehari berikutnya, situasi politik nasional berubah. Pemegang kekuasan berubah, arah dan kebijakan berubah. Rakyat ketakutan,” ucapnya.

Amien Rais Sebut Jokowi Terus Mengobarkan Semangat Ikut Mengatur Indonesia

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menilai Jokowi terus mengobarkan semangat untuk kembali ikut mengatur Indonesia.

Amien Rais awalnya mengatakan semua umat manusia pasti akan menemui kematian masing-masing.

Namun, dia gagal memahami Jokowi yang terus mengobarkan semangat kembali mengatur Indonesia, di luar pagar kekuasaan resmi.

“Jokowi sudah melewati ajal politik, tetapi tanpa henti mengobarkan semangat kembali mengatur Indonesia,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Sabtu (19/9).

Dia mengungkapkan kekuasaan secara konstitusional, sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Amien Rais menduga, bagi Jokowi kekuasaan Prabowo Subianto boleh diutak-atik agar tujuan tunggalnya tercapai.

“Tujuan tunggal Jokowi, yakni kekuasaan Prabowo bisa berantakan, supaya Gibran bisa naik daun,” tuturnya.

Mantan Ketua MPR itu juga menyinggung pernyataan Ketua Umum Sukarelawan ProJo Budi Arie Setiadi terkait peluang percepatan pemilu.

Budi Arie menyampaikannya saat berada di samping Jokowi, di dalam sebuah forum.

Amien Rais juga menyentil peringatan analis kebijakan publik Muhammad Said Didu.

“Said Didu mengingatkan awas ada kudeta senyap dan merayap. Prabowo mungkin tidak menyadari atau tidak mau menyadari niat orang Solo itu,” ucapnya.

Artikel terkait lainnya