DEMOCRAZY.ID – Febiola Br Purba seharusnya tengah menjalani pendidikan dan menikmati masa-masa penting sebagai seorang remaja.
Di usianya yang baru 16 tahun, Febiola dikenal sebagai siswi berprestasi yang kerap meraih peringkat pertama di kelas.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Febiola juga aktif dalam organisasi.
Ia diketahui merupakan Wakil Ketua OSIS di SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Namun, kehidupan Febiola berubah drastis setelah diduga menjadi salah satu korban keracunan massal yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kini, siswi berprestasi tersebut harus berpindah-pindah rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan sejak 13 Agustus 2026.
Disamping ingatannya hilang ,Febiola gak bisa ngomong disebabkan lidahnya memendek seperti ketarik kedalam.
Ya Allah gak kuat lihat kondisinya 😭 https://t.co/XVh2ivXcf3 pic.twitter.com/2HOzXzivlQ— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) September 8, 2026
Febiola dilaporkan mengalami kehilangan ingatan hingga sekitar 70 persen.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mengenali orang-orang terdekat, termasuk kedua orang tua, teman, hingga guru-gurunya.
Febiola merupakan putri pasangan Icuk Sugiarto Purba dan Elvinus Lusiana Sitanggang.
Kedua orang tuanya diketahui bekerja sebagai tukang kebun.
Meski hidup dalam keterbatasan, Febiola mampu membuktikan dirinya melalui berbagai prestasi yang diraihnya di sekolah.
Febiola Br Purba, Siswi Berprestasi Korban Dugaan Keracv*unan MBG Banjir Empati. KARO — Febiola Br Purba, 16 tahun, siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, merupakan salah satu k*rban dugaan keracvnan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Putri pasangan Icuk… https://t.co/wY28EoOGNc pic.twitter.com/1UVE7RysSv
— ΣПGKI🆖️☕🚬 (@Timanganten_L71) September 8, 2026
Sebelumnya, Febiola mengalami gejala yang disebut sebagai keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Setelah menjalani perawatan, kondisi Febiola sempat menunjukkan perbaikan.
Namun, kesehatannya kembali menurun drastis pada 16 Agustus 2026.
Kondisinya semakin serius hingga Febiola mengalami kejang hebat dan kehilangan kesadaran.
Febiola Br Purba, korban dugaan keracunan massal program MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara adalah siswi yang berprestasi.
Ia berusia 16 tahun dan bersekolah di SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Febi sering meraih peringkat pertama ( juara 1) di… pic.twitter.com/VNRIjT4aI4Baca Juga— samsulhadi_as (@Samsulhadi_as) September 8, 2026
Sejak saat itu, perjuangan panjang untuk memulihkan kondisinya dimulai.
Dokter kemudian menyatakan Febiola mengalami amnesia atau kehilangan ingatan hingga sekitar 70 persen.
Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga dan orang-orang terdekat Febiola.
Gadis yang sebelumnya aktif dan berprestasi di sekolah itu kini kesulitan mengingat berbagai hal, termasuk mengenali orang-orang yang selama ini dekat dengannya.
Kondisi kesehatan yang semakin serius membuat Febiola harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Febiola dilaporkan telah mendapat perawatan di RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga RS Amanda Karo.
Niatnya memberi gizi, tapi realitanya malah membawa petaka.
Kasus Febiola Br Purba, siswi berprestasi di Karo yang kehilangan ingatan hingga 70% pasca-keracunan MBG, adalah bukti nyata bahwa pengawasan program nasional ini masih sangat rapuh. pic.twitter.com/EiCztQMQMk— Maudy Asmara (@Mdy_Asmara1701) September 8, 2026
Dokter menyatakan Febiola membutuhkan terapi intensif secara rutin.
Masa terapi tersebut diperkirakan minimal berlangsung selama satu tahun.
Kasus yang dialami Febiola kemudian menjadi perhatian publik.
Ombudsman Sumatra Utara juga disebut turut melakukan pengawasan terhadap penanganan insiden tersebut.
Publik menuntut agar seluruh pihak terkait penyelenggaraan program tidak berhenti pada penanganan jangka pendek, tetapi memastikan penanganan dan pemulihan korban dilakukan secara menyeluruh.