Kerusuhan Tewaskan Warga di Pejompongan Dikaitkan dengan GRIB Jaya, Kuasa Hukum Buka Suara!

DEMOCRAZY.IDKerusuhan usai demo 27 Agustus di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) malam berakhir menewaskan seorang warga.

Warga tersebut ialah Bambang Setyawan. Pria berumur 59 tahun itu meninggal dikeroyok di wilayah Pejompongan, Jakarta Pusat, pada malam kerusuhan usai demo di sekitar Gedung DPR RI.

Kerusuhan tersebut dikaitkan dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) besutan Hercules Rosario Marshal, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Sejumlah narasi di media sosial menyebut-nyebut ormas tersebut. Seperti unggahan akun X@netizenledger.

Akun itu mengunggah sebuah video yang menunjukkan kondisi kerusuhan pada 27 Agustus 2026. Terlihat sejumlah truk rusak.

“Tampak 5 truk dari GRIB terbakar, 1 diantaranya terguling & hangus, ketika situasi unjuk rasa utama sudah mulai diredam aparat, intervensi ormas GRIB membawa senjata tumpul kayu/bambu justru memicu bentrokan horizontal dengan massa yang merasa terancam & diserang malam 27/8/2026,” tulis akun tersebut dikutip Sabtu (29/8/2026).

Unggahan lain, seperti yang diunggah akun X @bismillahyuk_, menunjukkan video sekelompok massa di jalan raya membawa tongkat kayu dan bambu. Lokasinya disebut berada di kawasan Slipi.

“Nah ini massa GRIB yang membawa bambu di sekitar Slipi Jaya,” tulis akun tersebut.

GRIB Jaya Membantah

GRIB Jaya melalui kuasa hukumnya, Wilson Colling, menegaskan secara kelembagaan GRIB Jaya tidak terlibat dalam aksi kericuhan tersebut.

“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Wilson kepada jurnalis, Jumat (28/8).

Wilson mengatakan, Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules tidak pernah memberikan instruksi kepada anggota organisasi untuk mengikuti demonstrasi pada Kamis malam.

Dia menegaskan, Hercules justru meminta anggotanya tak terlibat dalam aksi demonstrasi.

Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan GRIB Jaya terhadap aparat penegak hukum (APH) yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan masyarakat.

“Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah,” tegasnya.

Dia mengatakan GRIB Jaya akan senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan Jakarta.

“Untuk menjaga keamanan ketertiban adalah kita semua, termasuk GRIB juga menjaga kenyamanan, ketertiban untuk Jakarta yang damai, aman, dan nyaman,” terangnya.

Artikel terkait lainnya