Bantuan Militer Asing Datang! Helikopter Raksasa CH-47 Jepang Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalimantan

DEMOCRAZY.ID – Otoritas Jepang melalui Kementerian Pertahanan Jepang (JMOD) dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook ke Indonesia.

Tiga helikopter tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla ) di Kalimantan.

“Menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, Jepang memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan mengerahkan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF). Bantuan ini diberikan atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional,” tulis JMOD dikutip Minggu 30 Agustus 2026.

Tiga helikopter tersebut dikirim menggunakan Kapal JS Kunisaki milik JSDF.

“Kementerian Pertahanan Jepang (JMOD) dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) akan mengerahkan kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) ke Indonesia segera setelah seluruh persiapan selesai,” tulis akun tersebut.

Sementara itu berdasarkan keterangan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di saluran YouTube BNPB, Sabtu 29 Agustus 2026, helikopter CH-47 Chinhook ini akan digunakan dalam misi water boombing pada 10 September 2026.

Lantas seperti apa spesifikasi dan kehebatan helikopter tersebut?

Melansir laman defense advancement, Minggu 30 Agustus 2026, Boeing CH-47 Chinook merupakan helikopter angkut berat multiguna yang dikenal memiliki performa tangguh dan kemampuan serbaguna untuk berbagai operasi militer.

Helikopter ini dapat digunakan untuk mengangkut pasukan, memindahkan artileri, memasok kebutuhan di medan perang, hingga menjalankan misi bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, untuk desain dan fiturnya, pesawat ini memiliki ciri khas desain tandem rotor, yakni dua rotor yang masing-masing memiliki tiga bilah dan ditempatkan di bagian depan serta belakang helikopter.

Konfigurasi ini memungkinkan Chinook mencapai kecepatan tinggi sekaligus menghasilkan daya angkat yang besar. Karena itu, Chinook menjadi salah satu helikopter paling cepat dan berkemampuan tinggi di kelasnya.

Rangka helikopter dirancang agar tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu meningkatkan peluang bertahan dalam situasi pertempuran.

Chinook menggunakan material komposit modern serta dilengkapi sistem kendali penerbangan dengan tiga lapis sistem cadangan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan.

Bagian badan pesawat memiliki ruang internal yang cukup luas dan mampu membawa hingga 55 personel, atau kombinasi penumpang dan muatan.

Chinook juga dilengkapi ramp atau pintu besar di bagian belakang yang memungkinkan proses menaikkan dan menurunkan muatan berlangsung cepat.

Selain itu, terdapat sistem kait kargo eksternal yang memungkinkan helikopter membawa peralatan dan logistik berat dengan metode sling load, yakni muatan digantung di bawah helikopter.

Performa Helikopter Chinook

CH-47 Chinook ditenagai oleh dua mesin turboshaft Honeywell T55-GA-714A.

Helikopter ini mampu mencapai kecepatan hingga 170 knot atau sekitar 315 km/jam dan memiliki jangkauan operasional maksimum sekitar 400 mil laut atau sekitar 741 kilometer.

Chinook dapat beroperasi hingga ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6.096 meter. Kemampuan ini sangat penting untuk menjalankan misi di wilayah pegunungan atau daerah dengan kondisi medan yang sulit.

Salah satu keunggulan utama Chinook adalah kapasitas angkutnya. Helikopter ini mampu mengangkat lebih dari 10.000 kilogram atau 22.000 pon muatan, baik di dalam maupun di luar badan pesawat.

Kemampuan tersebut membuat Chinook sangat cocok untuk mengangkut artileri berat, kendaraan, peralatan militer, hingga sejumlah besar personel.

Kemampuan CH-47 Chinook

Kemampuan Chinook membuatnya dapat dioperasikan di berbagai lingkungan, mulai dari wilayah gurun yang panas hingga kawasan Arktik yang sangat dingin.

Helikopter ini dilengkapi avionik modern, termasuk Digital Automatic Flight Control System (DAFCS) dan sistem manajemen kokpit yang terintegrasi. Teknologi tersebut membantu Chinook menjalankan operasi dalam kondisi jarak pandang terbatas maupun cuaca buruk.

Selain berfungsi sebagai helikopter angkut, CH-47 juga dapat dikonfigurasi untuk menjalankan berbagai misi khusus, seperti:

  • Evakuasi medis (MEDEVAC) untuk membawa korban atau pasien.
  • Pencarian dan penyelamatan (SAR).
  • Operasi bantuan bencana, termasuk membawa personel, peralatan, dan logistik ke daerah yang terdampak bencana.

Desainnya yang tangguh serta kemampuan mengangkat muatan dalam jumlah besar membuat Chinook menjadi aset penting, baik untuk operasi militer maupun misi kemanusiaan.

Spesifikasi CH-47 Chinook

Kru: 3 orang (pilot, kopilot, dan teknisi penerbangan)

Kapasitas : Hingga 55 personel atau 10.000 kg muatan

Panjang : 30,1 meter

Tinggi : 5,7 meter

Diameter rotor: 18,3 meter untuk masing-masing rotor

Kecepatan maksimum : 170 knot atau sekitar 315 km/jam

Jangkauan : 741 km

Ketinggian operasional maksimum : 6.096 meter

Mesin : 2 × mesin turboshaft Honeywell T55-GA-714A

Berat lepas landas maksimum: 24.500 kg

CH-47 Chinook Jepang

CH-47 dikembangkan Boeing di AS. Sementara itu varian CH-47 J dan CH-47 JA yang digunakan Jepang diproduksi Kawasai Heavy Industri.

Helikopter ini cukup gagah. Untuk helikopter CH-47 memiliki panjang keseluruhan 30,18 m dengan tinggi keseluruhan 5,69, diameter rotor 18,29 meter dan berat penuh maksimum mencapai 22.680 kg.

Helikopter jenis ini memiliki kecepatan jelajah sekitar 270km/jam, dengan ketinggian operasional maksimum 2.670 meter dengan jangakuan 540km.

Sementara itu untuk mesinnya, helikopter ini dua mesin turboshaft T55-K-712.

Untuk helikopter CH-47 JA memiliki panjang keseluruhan 30,18 m dengan tinggi keseluruhan 5,69, diameter rotor 18,29 meter dan berat penuh maksimum mencapai 22.680 kg.

Helikopter jenis ini memiliki kecepatan maksimum 270km/jam dengan kecepatan jelajah sekitar 270km/jam, dengan ketinggian operasional maksimum 2.700 meter dengan jangakuan 1.040km.

Sementara untuk mesinnya, helikopter ini menggunakan dua mesin turboshaft T55-K-712.

Artikel terkait lainnya