DEMOCRAZY.ID – Warga Dusun Sedan, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), punya cara unik untuk merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat menyinggung dinamika pekerjaan pengupas bawang.
Di tengah suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, para bapak-bapak di wilayah tersebut menggelar lomba mengupas bawang merah.
Lomba itu menjadi simbol sindiran sosial yang dikemas dalam suasana keakraban dan keguyuban warga.
Aksi tersebut berlangsung pada Jumat (21/8/2026) malam di area Gardu Pos Ronda RT 06/RW 34, Dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Puluhan peserta pun dibuat kewalahan menghadapi bawang merah yang menjadi objek perlombaan.
Para peserta harus berlomba mengupas bawang dengan rapi dan cepat.
Panitia juga menghitung jumlah bawang yang berhasil dikupas tanpa merusak bagian dagingnya.
Namun, tantangan terbesar justru datang dari rasa perih yang ditimbulkan bawang merah.
Sejumlah peserta bahkan harus menyerah sebelum perlombaan selesai.
Salah satu peserta, Hendra Irawan (35), mengaku tidak mampu menyelesaikan lomba tersebut.
“Ini bukan soal fisik, tapi mata saya sudah tidak tahan,” kata Hendra saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Hendra, pengalaman tersebut membuatnya memahami betapa berat pekerjaan mengupas bawang yang dilakukan secara rutin oleh para pekerja.
“Pantas Pak Presiden kemarin bilang upahnya bisa sampai Rp700 ribu sekilo, perihnya begini di mata,” kelakarnya.
Meski membawa pesan sosial dan kritik yang dikaitkan dengan isu nasional, lomba tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang.
Warga justru menjadikan kegiatan itu sebagai momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.
Mereka menilai kebersamaan menjadi bagian paling penting dari rangkaian perayaan kemerdekaan.
“Perlombaan mengupas bawang merah ini bukan soal kalah menang, tetapi keguyuban, kekompakan serta silaturahmi antarwarga itu menjadi hal yang paling penting,” kata warga lainnya, Heru Santosa.
Suasana semakin meriah karena lomba kupas bawang digelar bersama sejumlah perlombaan lain.
Warga juga mengikuti lomba memasukkan bolpoin ke dalam botol, menggiring balon dengan terong hingga tes konsentrasi warna.
Gelak tawa pun pecah di tengah warga. Isu yang sebelumnya menjadi perhatian di tingkat nasional akhirnya direspons dengan cara khas masyarakat: dikritik, ditertawakan, sekaligus dijadikan alasan untuk berkumpul.
@antonbudiasih #lomba #kupasbawang #17agustus #merdeka #kreatif ♬ suara asli – Anton Budi Asih