Menarik! Adik Prabowo Disebut Ajari Strategi untuk Hentikan MBG

DEMOCRAZY.ID — Pernyataan kontroversial kembali datang dari lingkaran dalam kekuasaan.

Kali ini, komentar blak-blakan Hashim S. Djojohadikusumo terkait kelanjutan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) memantik reaksi tajam dari kalangan akademisi.

Sorotan Tajam Eks Dosen ITB: “Udah Diajarin Caranya Menghentikan”

Pernyataan Hashim yang menyebut bahwa program MBG berpotensi berhenti apabila Presiden Prabowo Subianto kalah dalam Pilpres 2029 langsung disoroti oleh mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya, Ardianto menilai pernyataan tersebut seolah memberikan petunjuk praktis bagi publik untuk menyetop program populis tersebut.

“Udah diajarin caranya menghentikan MBG,” cuit Ardianto, dikutip Senin (10/8/2026).

Pernyataan Asli Hashim Djojohadikusumo

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) sekaligus adik kandung Presiden Prabowo, Hashim S. Djojohadikusumo, memang secara terbuka menegaskan status program MBG dalam acara yang dihelat di Podomoro University, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Hashim menegaskan bahwa program tersebut merupakan janji kampanye murni yang melekat pada kepemimpinan Prabowo.

Ia memastikan program itu tidak akan dihentikan selama Prabowo memimpin, dan secara implisit menyatakan bahwa kelanjutannya sangat bergantung pada hasil kontestasi politik lima tahunan.

“Janji kampanye Prabowo tidak akan berhenti Pak, akan berhenti kalau Pak Prabowo nanti kalah tahun 2029. Kalau dia kalah, MBG berhenti oke ya, kalau rakyat tidak suka sama program Prabowo, oke nanti tiga tahun lagi,” ujar Hashim dalam sambutannya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri selama ini digadang-gadang sebagai instrumen intervensi strategis pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem serta menggenjot kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Gagasan ini lahir dari klaim keprihatinan mendalam Prabowo atas kondisi gizi buruk anak-anak Indonesia yang ditemuinya selama bertahun-tahun turun ke akar rumput.

Artikel terkait lainnya