Gelar Raja NTT Buat Jokowi Malah Jadi Bahan Tertawaan Nasional: Bergembiralah Daerahmu Yang Tidak Menjadikannya Raja!

DEMOCRAZY.ID – Pegiat Media Sosial, John Sitorus memberikan sorotan tajam usai mantan Presiden Joko Widodo kembali dinobatkan sebagai Raja.

Kali ini, Joko Widodo atau Jokowi dinobatkan sebagai Raja Timor di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah penobatan ini, John Sitorus melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya menyampaikan sorotan yang cukup menohok.

Ia memberikan sindiran dengan mengatakan Raja sejati atau yang sesungguhnya itu sama sekali tidak butuh pengakuan.

Berbeda dengan sosok Jokowi ini, ia menyebutnya sebagai Raja Palsu karena selalu membutuhkan yang namanya pengakuan atau validasi.

“Raja sejati tidak butuh pengakuan, tapi RAJA PALSU selalu butuh pengakuan dari mana-mana,” tulisnya dikutip Minggu (2/8).

Lebih menohok lagi, John Sitorus sampai memberikan sindiran soal masyarakat yang daerah tidak menobatkan Jokowi sebagai Raja harus bergembira.

Ia menyebut dan memberikan alasan karena sampai saat ini tidak ada Raja yang mau merusaka aturan atau konstitusi demi kepentingan keluarga.

John menambahkan, sosok Raja menurutnya adalah dia yang benar-benar menkaga dasar negaranya serta tidak pernah berdusta.

“Bergembiranlah daerahmu yang tidak menobatkan Jokowi sebagai raja. Sebab, tidak ada raja yang MERUSAK konstitusi negaranya sendiri demi kepentingan keluarganya sendiri,” paparnya.

“Raja yang benar adalah raja yang menjaga dasar negaranya. Raja yang benar tidak pernah BERDUSTA. Raja yang benar bukan selalu terlihat baik, tapi juga tegas memperjuangkan nilai kebenaran,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah dinobatkan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.

Prosesi penobatan berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026) kemarin.

Penobatan digelar dalam rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.

Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, mengatakan penobatan tersebut dilakukan langsung oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.

“Satu Raja Amarasi tidak hadir, yang delapan hadir semua. Jadi penobatan itu dari delapan raja dan bukan raja-rajaan, raja yang punya wilayah kerajaan,” ujar Jonathan.

Jonathan merinci delapan raja yang hadir yakni Raja Wewiku-Wehal, Raja Amanatun, Raja Amanuban, Raja Mollo, Raja Biboki, Raja Bikomi Nilulat, Raja Amfoang, dan Raja Nisnoni.

“Satu Raja Kerajaan Amarasi tidak hadir,” jelasnya.

Artikel terkait lainnya