

DEMOCRAZY.ID — Kritik pedas meluncur dari pendakwah kondang Felix Siauw menanggapi pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto yang kerap melontarkan kalimat bernada mengusir bagi pihak-pihak yang tidak menyukai kondisi Indonesia untuk pergi ke luar negeri atau ke Yaman.
Felix menilai diksi yang kerap diulang kepala negara tersebut sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin tertinggi bangsa, seraya menganalogikannya dengan tabiat orang tua yang sudah putus asa dalam mendidik anak di rumah.
“Orang tua saat sudah benar-benar kesal ke anaknya, ‘kalau kamu tidak mau di rumah ini, keluar saja’,” ujar Felix Siauw melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Senin (27/7/2026).
Menurut Felix, kalimat semacam itu biasanya keluar dari mulut seseorang ketika mereka sudah kehilangan akal sehat untuk membina, tidak lagi memiliki kepedulian, serta diliputi rasa jumawa karena merasa paling berkuasa atas tempat yang dipijaknya.
“Kalimat itu juga sering muncul, saat dia (orang tua) sudah tidak peduli. Dia merasa hebat dan memiliki rumah ini,” sindirnya.
Pendakwah berdarah Tionghoa ini menegaskan, retorika menyuruh warga negara angkat kaki dari tanah air merupakan bentuk pengabaian terhadap hak dasar rakyat sekaligus sinyal hilangnya rasa sayang dari seorang pemimpin kepada rakyatnya.
Ia lantas melontarkan kritik menohok terkait klaim kepemilikan atas negara republik ini.
“Pertanyaannya, Indonesia itu punya siapa? Kok bisa ada orang yang merasa Indonesia punya dia, sehingga menyuruh orang lain keluar,” ketus Felix.
Lebih lanjut, Felix menyoroti realitas sosial di balik usiran tersebut.
Menurutnya, pihak yang paling diuntungkan dan memiliki kapabilitas untuk kabur ke luar negeri di tengah carut-marut situasi nasional bukanlah rakyat jelata, melainkan kalangan elite berduit.
Ia lantas mengenang memori kelam krisis moneter dan kerusuhan massal pada tahun 1998 silam, di mana banyak dari kalangan elit kaya raya yang langsung terbang menyelamatkan diri ke luar negeri saat negeri ini terbakar.
“Rakyat tidak punya pilihan. Kalau rakyat punya pilihan seperti orang-orang kaya, mereka sudah ke luar negeri,” pungkasnya telak.