

DEMOCRAZY.ID – Kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan masih menjadi tanya tanya besar.
Pasalnya, warga di sekitar lokasi klinik pun mengaku tidak mengenal dan tidak mengetahui persis kejadian penemuan tubuh Sutrimo pada Kamis (23/7/2026) lalu.
Apalagi yang warga tahu jika klinik kecantikan tersebut sudah kurang lebih lima tahun tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19 melanda di Indonesia.
“Sudah lama banget (enggak beroperasi). Sejak Corona aja. Corona kan 5 tahunan ada,” kata Dedi saat ditemui di lokasi, Senin (27/7/2026).
Ia menyebut jika klinik tersebut memang sempat buka.
Namun, operasionalnya hanya sebentar sebelum akhirnya tutup akibat pandemi Covid-19.
“Jadi sempat buka berapa bulan, kehajar Corona, stuck dia,” ucapnya.
Sejak saat itu, kata dia, bangunan klinik hanya dalam kondisi terkunci dan tidak terlihat aktivitas apa pun sehingga ia kaget ketika ditemukan tubuh Sutrimo di dalam klinik.
“Gak pernah sih saya lihat. Makanya saya kaget ada orang meninggal di situ katanya. Kok tahunya ada yang ngisiin gitu,” tutur Dedi.
Sementara itu, di samping kanan klinik kecantikan itu terdapat sebuah rumah tinggal yang bagian pagarnya dipasang papan rumah dijual.
Pemilik rumah yang tak mau menyebutkan namanya itu mengaku tidak tahu soal peristiwa penemuan jasad Sutrimo tersebut.
“Enggak tahu kalau ada itu. Baru tahu karena semalam banyak polisi yang datang,” ungkapnya.
Untuk informasi, media sosial dihebohkan kabar penemuan mayat seorang pria bernama Sutrimo pada Kamis (23/7/2026).
Narasi yang disampaikan akun medsos Instagram @kementerian_kurangajar menyebut korban diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Keterangan di akun itu menyebut korban sempat menelepon kerabat mengeluh sakit pada 23 Juli 2026 pukul 06.37 WIB.
Saat disusul ke lokasi, korban sudah tidak sadarkan diri, kondisi korban mengeluarkan busa dari mulut dan hidung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut terkait profesi korban saat ini masih proses penyeldikan.
“Masih didalami,” ungkapnya kepada wartawan Senin (26/7/2026).
Kombes Budi menerangkan informasi awal, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.
“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kombes Budi.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan untuk mendalami informasi dan rangkaian peristiwa tersebut.
Penyelidik kekinian mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelasnya.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.