PDIP Sindir Jokowi: Berkat Peran Pak JK, Si Orang Kampung Jadi Sosok Paling Berkuasa di Negara Ini!

DEMOCRAZY.ID – Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, menganggap bahwa pernyataan eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut dirinya hanya orang kampung memang benar adanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi ketika menanggapi pernyataan eks Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) yang mengklaim berjasa dalam karier politiknya.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).

Namun, menurut Ferdinand, berkat peran JK dalam karier politik Jokowi itu, eks presiden tersebut bisa menjadi orang paling berkuasa di Indonesia.

JK sendiri diketahui pernah menjadi Wakil Presiden (Wapres) yang mendampingi Jokowi pada periode pertama, yakni 2014-2019.

“Jadi kalau kemarin Pak Jokowi merasa mulai bermain ‘wah saya ini orang kampung’, segala macam, ya memang itu betul bahwa beliau itu karena tangan-tangan Pak JK salah satunya, dari orang kampung itu menjadi orang yang sangat berkuasa di negara ini,” ucapnya, Kamis (23/4/2026).

Sehingga, hal yang demikian itu menurut Ferdinand tidak bisa diabaikan begitu saja, terutama oleh para relawan Jokowi sendiri.

“Jadi itu tidak boleh dinafikan, saya melihat teman-teman ini (relawan) menafikan itu semua bahwa ini adalah kehendak rakyat. Apalagi kalau sudah bawa-bawa nama Tuhan, pusing kita kan kalau Tuhan dibawa-bawa ke dalam politik,” ujar Ferdinand.

Sebelumnya, JK mengklaim bahwa tanpa jasa darinya, Jokowi tidak mungkin diusung oleh PDIP menjadi calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta calon presiden (capres) saat Pilpres 2014.

Bahkan dalam mengusung Jokowi dalam Pilgub dan Pilpres, JK juga membandingkan perannya dengan peran Termul atau Ternak Mulyono yang biasanya ditujukan bagi para pendukung Jokowi.

Sementara itu, Relawan Pro Jokowi atau Projo menepis klaim JK tersebut dan mengatakan bahwa Jokowi terpilih menjadi presiden karena kehendak rakyat dan kerja kolektif, bukan karena andil JK atau individu tertentu.

Ferdinand pun menegaskan bahwa peran JK dalam karier Jokowi itu menjadi pintu utama pembuka gembok dunia politik Jokowi hingga menjadi presiden dua periode.

“Itu tidak bisa kita nafikan dan kita tidak boleh bantah karena itu sejarah dan saya saksi sejarah di situ,” tegasnya.

Sehingga, kata Ferdinand, relawan Jokowi tidak perlu malu mengakui bahwa ada peran JK dan PDIP dalam karier politik Jokowi itu, bahkan juga tokoh-tokoh lain.

“Ada peran banyak tokoh seperti yang disebut tadi Pak Luhut, Pak Hendropriyono. Saya kenal semua karena saya pelaku sejarah pada saat itu,” papar Ferdinand.

PDIP: JK Sosok yang Selalu Tawarkan Nama Jokowi ke Megawati

Ferdinand juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mengonfirmasi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, terkait sejarah majunya Jokowi di kancah politik, mulai dari pencalonan Wali Kota di Solo hingga menjadi Presiden dua periode.

“Bahwa yang disampaikan oleh Pak JK itu memang betul adanya. Kalau pun teman-teman relawan mungkin malu mengakui jasanya Pak JK ya enggak apa-apa, hak mereka,” ungkap Ferdinand.

“Tetapi sejarah telah menuliskan bagaimana Pak JK pada pertama kali itu menawarkan nama Pak Jokowi ke Ibu Mega sebagai calon gubernur. Demikian juga pada saat pencapresan 2014, last minute menit-menit terakhir Bu Mega itu belum menentukan siapa capres pada saat itu,” tambahnya.

Ferdinand mengatakan bahwa JK adalah sosok yang selalu mengajukan nama Jokowi kepada Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri agar diusung dalam Pilpres.

“Akhirnya Ibu setuju dengan syarat. Syaratnya apa? Pada saat itu Bu Mega mengutus Hasto Kristiyanto, Sekjen kami bersama dengan Bapak Andi Wijayanto menemui Pak JK, Ibu setuju yang penting Pak JK mendampingi Jokowi karena JK senior untuk membimbing Jokowi ke depan.”

“Itulah kenapa terjadi akhirnya pada last minute itu, kalau teman-teman ingat, relawan ini ingat, 2014 hanya satu hari batas pendaftaran itu Jokowi dipilih PDIP sebagai calon presiden pada saat itu.”

Oleh karena itu, Ferdinand menegaskan bahwa klaim JK berjasa dalam karier politik Jokowi itu memang benar.

“Pak JK adalah sosok yang sangat menentukan pada saat itu. Mengapa sangat menentukan? Ini juga pelajaran dalam politik. Demokrasi kita memang betul adalah one man, one vote, rakyat memilih langsung. Tetapi jangan lupa bahwa rakyat itu hanya memilih siapa yang telah dipilih.”

“Partai politik kalau tidak memilih Jokowi pada waktu itu, maka rakyat mau segudang banyaknya tidak akan bisa memilih kalau partai politik tidak memilih,” ujar Ferdinand.

Jadi, menurut Ferdinand, para relawan Jokowi itu tidak usah melakukan pembelaan bahwa terpilihnya Jokowi tersebut atas kehendak rakyat.

“Rakyat itu hanya memilih apa yang telah dipilih lebih dulu oleh partai. Kalau partai tidak memilih, maka rakyat tidak akan bisa memilih dia,” tegasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya