DEMOCRAZY.ID – Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai membuka ingatan tentang euforia warga Papua terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada awal masa kekuasaannya.
Jokowi, kata Yorrys, bahkan sempat dipersepsikan bak Tuhan oleh masyarakat Papua saat pertama kali memimpin Indonesia pada 2014.
Kenangan itu muncul saat Yorrys mengisahkan momen mendampingi Jokowi merayakan Natal di Papua, tak lama setelah pelantikan Presiden, tepatnya pada 29 Desember 2014.
“Dengan sambutan beliau pada malam Natal itu, masyarakat Papua merasa beliau seperti Tuhan Yesus yang datang membawa keselamatan bagi orang Papua dengan konsep beliau,” ujar Yorrys saat menerima audiensi sejumlah organisasi masyarakat sipil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam pertemuan itu, DPD RI menerima aduan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua yang terus berulang.
Menurut Yorrys, Jokowi tercatat sebagai presiden yang paling sering mengunjungi Papua.
Selama dua periode menjabat, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu tercatat 17 kali melakukan kunjungan kerja ke Bumi Cenderawasih.
Namun, intensitas kunjungan tersebut dinilai tak berbanding lurus dengan penyelesaian konflik.
“Beliau adalah presiden satu-satunya di Republik ini yang sudah datang 17 kali ke Papua, tetapi apa dampaknya? Apa yang kita rasakan?” ujar Yorrys.
Ia menilai eskalasi konflik di Papua hingga kini masih tinggi.
Bahkan, Amnesty International sempat merilis laporan yang menyoroti dugaan pelanggaran HAM selama era pemerintahan Jokowi.
“Ini kan satu apa sih yang terjadi di sana. Akhirnya kami merasa bahwa ini tukang bohong atau tukang apa ya datang memberikan janji kan,” katanya.
Yorrys juga mengakui sulitnya mengangkat persoalan kekerasan di Papua menjadi isu nasional.
Ia menyebut adanya tekanan kuat agar persoalan tersebut tidak meluas ke ruang publik.
“Sekarang ini kan ditekan sampai begitu hebat. Tapi itu bukan menjadi penghambat buat kami. Ini menjadi dorongan, tinggal momentum kita mengapitalisasi ini dan ini momentum pertama yang saya anggap paling penting,” ujarnya.
Audiensi terkait situasi HAM di Papua itu diterima Yorrys bersama Senator asal Papua Barat, Filep Wamafma.
Hadir pula sejumlah organisasi masyarakat sipil, antara lain Amnesty International (AI), Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), YLBHI, KontraS, PGI, hingga Koalisi Solidaritas Papua.
“Jadi hari ini kami Amnesty International bersama sejumlah warga dari Papua, menyampaikan sejumlah pelanggaran HAM yang terjadi belakangan ini,” kata Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid usai audiensi.
Usman menyebut laporan yang disampaikan mencakup dugaan pelanggaran HAM di sejumlah wilayah, mulai dari Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, hingga Yahukimo.
Sumber: Inilah