Video Lawas Viral Lagi, Dedi Mulyadi Peringatkan Politisi Senior: Jangan Remehkan Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Video lawas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membedah kualifikasi serta kapasitas politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali viral di media sosial.

Momen tersebut diunggah ulang oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, hingga menyita perhatian publik di tengah riuhnya tensi politik nasional.

Dalam tayangan tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan para elite politik senior agar tidak memandang sebelah mata figur putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu hanya dari penampilan fisik, gaya bicara, maupun gestur luarnya semata.

Dedi yang akrab disapa KDM itu mengajak publik untuk memahami akar kebudayaan, pembentukan mentalitas, hingga gemblengan etika keluarga Solo yang melekat kuat pada diri Gibran.

“Bagaimanapun dia itu adalah anak Pak Jokowi. Karena anaknya Pak Jokowi, dia ngerti betul kebudayaan Jawa. Dia ngerti betul bagaimana tradisi Solo. Mas Gibran pasti mendapat pendidikan sangat kuat tentang etika, tentang budi pekerti dalam keluarga, dalam bahasa kesehariannya tentang adab,” kata Dedi, dikutip Rabu (14/10/2026).

KDM menilai kedalaman rasa dan kontrol emosi Gibran di ruang publik saat berhadapan dengan tokoh senior menjadi bukti kematangan adab yang jarang dimiliki oleh politisi lain.

“Yang kedua yang diberikan oleh Mas Gibran tentang sikap, adab. Tenang. Hormat kepada semua. Selalu membungkukkan badan ketika bertemu dengan yang lebih tua, tidak kelihatan emosional,” ujarnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu lantas merefleksikan rekam jejak Jokowi yang dulunya kerap diremehkan saat mengawali karier politik dari Solo hingga akhirnya berhasil memenangkan kompetisi politik tingkat nasional dua periode berturut-turut.

Selain faktor adab dan doktrin budaya Jawa, KDM menggarisbawahi keunggulan absolut Gibran pada aspek literasi digital yang jauh melampaui kemampuan para politisi generasi senior dalam menguasai opini publik.

“Gibran memiliki literasi digital yang jauh melampaui para politisi senior. Ia piawai membaca tren media sosial, mendesain narasi, dan melahirkan celetukan unik yang secara cepat mampu menguasai perbincangan publik dan menjadi viral. Menurut saya Mas Gibran itu sudah masuk dalam tahap kemapanan itu,” ujarnya.

Mengakhiri analisisnya, Dedi kembali melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memojokkan posisi Gibran dalam dinamika politik saat ini.

“Hati-hati terhadap Mas Gibran. Yang lain politisinya polos-polos, bersikap hanya dengan kata-katanya, tapi tidak dengan rasanya,” pungkas Dedi.

Artikel terkait lainnya