DEMOCRAZY.ID – Kepala Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazaher Hosseini memberikan update terbaru terkait dengan kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Sempat disebut-sebut menjalani perawatan intensif di luar negeri akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Kini dikabarkan Mojataba Khamenei dalam kondisi sehat.
Pihaknya juga menyebut bahwa pimpinan tertinggi Iran yang baru itu hanya mengalami luka ringan akibat serangan Februari lalu.
erdasarkan laporan Iran Internasional English, Mojtaba mengalami cedera pada tempurung lutut, punggung bagian bawah dan area belakang telinga.
“Saat serangan terjadi, Khamenei tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran. Mereka menyerang rumahnya dan istrinya tewas di sana. Saat itu dia sedang menuju lokasi dan berada di tangga ketika rudal menghantam tempat tersebut. Ledakan membuatnya terjatuh,” kata Hosseini saat berbicara kepada para pendukung, seperti dikutip Iran International English seperti dikutip dari laman Times of India, Minggu 10 Mei 2026.
“Syukurlah, beliau dalam kondisi sehat. Musuh menyebarkan berbagai rumor dan klaim palsu. Mereka ingin melihat dan menemukan beliau, tetapi masyarakat harus bersabar dan tidak terburu-buru. Beliau akan berbicara kepada kalian pada waktu yang tepat,” lanjutnya.
Hosseini juga mengakui bahwa sepotong kecil serpihan ledakan mengenai bagian belakang telinganya, namun dia menegaskan luka tersebut terus membaik dan Mojtaba kini dalam kondisi sepenuhnya sehat
Pernyataan itu muncul di tengah laporan yang saling bertentangan mengenai kondisi medis Mojtaba Khamenei.
Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan bahwa ia mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
Awal bulan ini, Reuters mengutip tiga sumber yang mengetahui lingkaran dalam Khamenei dan melaporkan bahwa pria berusia 56 tahun itu mengalami luka parah di wajah serta cedera serius pada satu atau kedua kakinya saat kompleks pemimpin tertinggi di pusat Teheran diserang.
Laporan itu juga menyebut sejumlah anggota keluarganya, termasuk istri dan kerabat dekatnya, tewas dalam serangan tersebut bersama Ali Khamenei.
Meski demikian, menurut laporan tersebut, Mojtaba Khamenei masih sadar penuh secara mental dan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan penting negara melalui konferensi audio, termasuk pembahasan terkait konflik yang sedang berlangsung dan negosiasi dengan Washington.
Sementara itu, laporan terpisah dari CNN yang mengutip penilaian intelijen Amerika Serikat menyebut Mojtaba Khamenei kini menjadi figur sentral dalam menentukan strategi perang dan negosiasi Iran setelah serangan terbaru AS dan Israel.
Laporan tersebut menyebut badan intelijen AS belum dapat memastikan secara visual keberadaan Khamenei sejak ia mengambil alih kepemimpinan setelah kematian ayahnya.
CNN juga melaporkan bahwa Khamenei menghindari komunikasi elektronik dan lebih mengandalkan kurir terpercaya serta pertemuan langsung sambil menjalani perawatan medis akibat luka bakar dan cedera lain di bagian wajah, lengan, tubuh, dan kaki.
Sumber: VIVA