Saiful Mujani Bongkar Potensi Skandal? Hubungan Kedekatan Prabowo dan Mayor Teddy Mulai Disorot!

DEMOCRAZY.ID – Kritik dan sorotan tajam disampaikan akademisi, peneliti, sekaligus guru besar politik Indonesia, Saiful Mujani, kepada Teddy Indra Wijaya.

Melalui unggahan di media sosial X pribadinya, Saiful Mujani menyoroti persoalan hubungan pribadi antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinetnya.

Ia mempertanyakan seberapa penting sosok Teddy untuk terus berada di samping Presiden Prabowo.

Pertanyaan besar yang disampaikannya ialah apa batasan dan tolak ukur hubungan pribadi antara Prabowo dan Teddy yang dinilai begitu dekat.

“Mengapa Teddy begitu penting bagi Presiden Prabowo?” tulisnya, dikutip Jumat (29/5).

“Karena hubungan pribadi mereka?” sambungnya.

Hubungan Pribadi yang Sah Dipersoalkan

Lebih jauh, Saiful Mujani kembali menyinggung persoalan hubungan pribadi antara keduanya.

Menurutnya, kedekatan hubungan pribadi antara Presiden dan Seskab dapat menjadi hal yang sah dipersoalkan publik.

Apalagi jika ke depannya terdapat sesuatu yang dianggap janggal dan dinilai dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kinerja Presiden.

“Tidakkah hubungan pribadi itu kemudian menjadi sah dipersoalkan publik apabila hubungan itu berpengaruh buruk pada kinerja presiden sebagai pejabat publik paling penting di negeri ini sebagaimana diungkapkan editorial majalah Tempo ini?” tuturnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa hubungan pribadi keduanya sebaiknya menjadi urusan pribadi dan tidak terseret ke ruang publik.

Apalagi jika nantinya muncul isu bahwa kedekatan pribadi menjadi alasan Teddy Indra Wijaya diangkat sebagai Sekretaris Kabinet.

Menurutnya, jika hal itu terjadi, citra buruk hingga sanksi dapat muncul karena dinilai sebagai tindakan nepotisme yang melanggar TAP MPR.

“Kalau memang ada hubungan pribadi, biar hubungan itu jadi urusan pribadi kalian berdua saja. Tapi jangan diseret-seret ke wilayah publik,” ujarnya.

“Jangan karena ada hubungan pribadi Anda, Presiden mengangkatnya menjadi Sekretaris Kabinet karena itu perbuatan nepotis yang melanggar TAP MPR bahwa negara harus terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” terangnya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya