DEMOCRAZY.ID – Isu reshuffle Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa makin kencang. Namun Istana menegaskan tidak ada rencana pergantian Menkeu.
Pengamat Politik Nurmal Idrus mengungkapkan, ada alasan pemerintah tak mengganti Purbaya. Meski begitu, bukan berarti tak tersentuh.
“Posisi Purbaya Yudhi Sadewa tetap terjaga bukan semata-mata karena ia tidak bisa disentuh,” kata Nurmal, Selasa (9/6/2026).
Dia mengatakan, posisi Purbaya sangat vital. Sebagai bendahara negara, Nurmal bilang pemerintah ingin menjaga kepercayaan pasar.
“Melainkan karena posisi tersebut merupakan jangkar stabilitas yang sangat vital bagi kepercayaan pasar,” terangnya.
Menurutnya, mengganti Menkeu di tengah kondisi pasar yang rentan justru dianggap berisiko. Alih-alih jadi solusi, bahkan bisa jadi bumerang.
“Memperburuk sentimen negatif ketimbang memperbaikinya,” ucap Nurnal.
Nurmal menyebut, penting untuk menjaga kesinambungan pasar keuangan.
Jika posisi kunci seperti Menkeu diganti di tengah ketidakpercayaan pasar, investor akan menganggap pemerintah tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten.
“Secara politik, Presiden Prabowo terlihat memilih untuk menjaga tim ekonomi yang sudah ada guna memastikan eksekusi kebijakan berjalan tanpa gangguan transisi,” jelasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan tak ada reshuffle Menteri Keuangan (Menkeu).
Dengan begitu, Purbaya Yudhi Sadewa bakal tetap di jabatannya.
Hal tersebut diungkapkan Prasetyo menyusul kencangnya isu pergantian Purbaya. Dikabarkan bakal diganti Chatib basri.
”Lho, siapa yang mau mengganti? Berkali-kali kami sampaikan, rumor itu tidak benar. Rencana itu (mengganti Purbaya) tidak ada,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah memperkuat kordinasi antar otoritas.
“Sekali lagi, kami harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas yang mengelola perekonomian, dan hari ini adalah tindak lanjut,” ujar Prasetyo.
Sumber: Fajar