DEMOCRAZY.ID – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang menjerat Taufik Hidayat terus memunculkan berbagai fakta baru.
Selain proses hukum yang masih berjalan, perhatian publik kini juga tertuju pada latar belakang keluarga tersangka.
Pengakuan sejumlah warga hingga ayah kandung Taufik memunculkan perbincangan mengenai pola asuh yang diterapkan di lingkungan keluarganya sejak ia masih kecil.
Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, menyebut perilaku agresif Taufik sudah terlihat sejak usia muda.
Ia bahkan menilai sikap sang ayah yang kerap membela anaknya, meski melakukan kesalahan, menjadi salah satu faktor yang membuat perilaku tersebut terus berulang.
Berikut sejumlah fakta mengenai pola asuh orang tua Taufik Hidayat yang kini menjadi sorotan, sebagaimana dihimpun Viva pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Kusnaedi, Taufik dikenal sebagai anak yang sering terlibat persoalan dengan lingkungan sekitar sejak kecil.
Namun, setiap kali terjadi perselisihan, sang ayah disebut lebih memilih membela anaknya.
“Kalau ribut sama tetangga suka dibela ayahnya, jadi kesayangan,” kata Kusnaedi.
Ia menilai kebiasaan tersebut membuat Taufik tumbuh tanpa mendapatkan teguran yang tegas ketika melakukan kesalahan.
Kusnaedi juga mengaku mengenal Taufik sejak kecil dan melihat sendiri perilakunya di lingkungan tempat tinggal.
“Waktu kecil pas ngaji juga minum obat (obat-obatan terlarang). Udah gede gak ada yang mau temenan, pada takut, orangnya brutal, udah kelihatan dari kecilnya juga,” kata Kusnaedi dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Riwayat persoalan hukum Taufik ternyata bukan baru kali ini.
Kusnaedi mengaku pernah membantu mengurus kasus yang melibatkan Taufik sekitar 10 tahun silam.
“Pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan motor, saya yang ngurusin. Motor orang Garut. Pernah ditahan di Polres Rancaekek, divonis 1,5 tahun dipenjara,” jelasnya.
Setelah menjalani hukuman, Kusnaedi mengaku sudah lama tidak bertemu dengan Taufik hingga akhirnya namanya kembali mencuat dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.
Pengakuan mengejutkan juga datang dari ayah Taufik, Tata. Ia mengaku pernah dipukul menggunakan kayu oleh anaknya sendiri saat sedang bekerja di sawah.
“Saya pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya lagi macul di sawah, dia di rumah lagi nganggur, mau makan gak ada apa-apa,” tutur Tata.
Menurut Tata, Taufik datang ke sawah dalam keadaan marah karena tidak menemukan makanan di rumah.
“Dia datang ke sawah, langsung mukul, ngagebru (jatuh). Untung saya ada temen dua, mau mukul lagi dihalangin,” ucapnya.
Usai kejadian tersebut, Taufik sempat meninggalkan rumah selama sekitar satu minggu. Namun, ia akhirnya kembali dan meminta maaf kepada sang ayah.
“Dia pergi kabur, gak balik lagi ke rumah. Kabur seminggu, datang lagi, minta maaf sambil nangis. Kapoekan (khilaf) katanya,” ucap Tata lagi.
Meski pernah menjadi korban kekerasan, Tata tetap memaafkan putranya.
Pengakuan tersebut kemudian memicu pertanyaan mengenai pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga mereka.
Dalam perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Tata mengakui bahwa Taufik merupakan anak yang paling disayanginya.
Saat ditanya alasan selalu membela Taufik, Tata memberikan jawaban yang mengundang perhatian.
“Soalnya ganteng dia mah gak kayak yang lain,” ujar Tata sambil tersenyum.
Dalam kesempatan yang sama, Tata menceritakan kondisi ketiga anaknya yang lain.
Anak pertama perempuan telah meninggal dunia karena sakit.
Anak kedua disebut memiliki kebiasaan mabuk-mabukan, sedangkan anak bungsu meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan.
Pengakuan tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap dinamika keluarga Taufik Hidayat.
Meski demikian, hubungan antara pola asuh dengan tindakan pidana merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab tunggal dari perilaku seseorang.
Sementara itu, Taufik Hidayat kini masih menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.
Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang terjadi.
Sumber: VIVA