DEMOCRAZY.ID – Kompleks Gedung Putih membara seketika.
Sebuah serangan bersenjata berdarah meletus tepat di jantung pertahanan Amerika Serikat, memicu kepanikan massal di kalangan staf kepresidenan dan puluhan jurnalis yang bertugas.
Sabtu malam, 23 Mei 2026, tepat pukul 18.00 waktu setempat, atau Minggu pukul 05.00 WIB, kepulan asap dan rentetan peluru memecah keheningan di persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest seperti dikutip dari laman dailymail.
🚨 BREAKING: The White House shooter has been identified as 21-year-old Nasire Best
“Best,” which is a misleading last name, had previously attempted to INFILTRATE the White House MULTIPLE times, per USSS
Baca JugaHe’s now at the coroner’s office in a bag.
Good riddance. pic.twitter.com/8J25NHoVzZ
— Nick Sortor (@nicksortor) May 24, 2026
Seorang pria bersenjata yang belakangan diidentifikasi sebagai Nasire Best (21), nekat mendekati pos pemeriksaan keamanan Secret Service.
Tanpa peringatan, ia menarik senjata api dari dalam tasnya dan melepaskan tembakan bertubi-tubi—diperkirakan mencapai 15 hingga 30 kali tembakan—ke arah petugas yang berjaga.
I was in the middle of taping on my iPhone for a social video from the White House North Lawn when we heard the shots. It sounded like dozens of gunshots. We were told to sprint to the press briefing room where we are holding now. pic.twitter.com/iqdQwh4soq
— Selina Wang (@selinawangtv) May 23, 2026
Saat peluru mulai berterbangan, kepanikan luar biasa melanda halaman utara Gedung Putih.
Sejumlah jurnalis senior yang tengah menyelesaikan laporan harian terpaksa berlari pontang-panting mencari perlindungan.
Koresponden ABC News, Selena Wang, sedang merekam video menggunakan iPhone-nya ketika rentetan tembakan menginterupsi laporannya tentang potensi kesepakatan Iran.
A suspect was killed after opening fire on a Secret Service checkpoint outside the White House Saturday evening, a Secret Service spokesperson told CBS News in a statement.
President Trump has been briefed on the shooting that occurred outside the White House, a White House… pic.twitter.com/zZ8hFvtF8U
— CBS News (@CBSNews) May 24, 2026
Rekaman video Wang menangkap momen dramatis saat dirinya merunduk ketakutan, sementara agen Secret Service berteriak memerintahkan semua orang untuk “tiarap dan berjongkok” sebelum akhirnya digiring masuk ke ruang konferensi pers.
“Kedengarannya seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk berlari secepat mungkin ke ruang pers,” ungkap Selena Wang dengan raut wajah yang masih syok.
Di dalam Ruang Oval, suasana tidak kalah tegang. Presiden Donald Trump yang kini menginjak usia 79 tahun, sedang berada di dalam gedung bersama para ajudan utamanya, termasuk Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin.
Second major armed attack on White House security in less than a month. This is getting ridiculous.
Baca Juga21-year-old Nasire Best walked straight up to a Secret Service checkpoint at 17th & Pennsylvania Avenue, pulled a gun out of his bag, and opened fire on officers. Secret Service… pic.twitter.com/RRDyuAusCo
— Desiree (@DesireeAmerica4) May 24, 2026
Mereka tengah membahas negosiasi perdamaian Timur Tengah saat kompleks kepresidenan tersebut langsung dinyatakan dalam status lockdown total.
Tidak butuh waktu lama bagi Secret Service untuk menetralisir ancaman.
Agen-agen bersenjata berat langsung membalas tembakan dengan akurasi mematikan.
NEW: The suspect in the shooting near the White House is dead, and one bystander was wounded, according to the White House. FOX News’ Alex Hogan breaks down the moments leading up to the incident. pic.twitter.com/w7SGNBj17K
— Fox News (@FoxNews) May 24, 2026
Nasire Best roboh bersimbah darah di trotoar luar perimeter Gedung Putih.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sayangnya, baku tembak ini juga memakan korban lain.
🚨 BREAKING: New video shows the moment gunfire broke out near the White House, sending reporters into a panic
Secret Service acted VERY quickly.
God bless them.
No word from the White House on President Trump, as he WAS home at the time, but he’s INSIDE, out of danger. pic.twitter.com/8mkMxLPaZC
— Nick Sortor (@nicksortor) May 23, 2026
Seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi turut terkena peluru dan kini dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius.
Belum dapat dipastikan apakah korban terluka akibat tembakan pelaku atau terjebak dalam peluru silang (crossfire).
Penyelidikan awal yang didukung penuh oleh FBI mengungkap fakta mengejutkan mengenai latar belakang pelaku.
Nasire Best bukanlah sosok asing bagi aparat penegak hukum.
Pengadilan sebenarnya telah mengeluarkan perintah larangan mendekat, namun ia tetap berhasil kembali membawa senjata.
Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kelam ancaman pembunuhan yang mengincar Donald Trump.
Ini merupakan serangan besar keempat yang mengancam nyawanya, menyusul insiden penembakan massal di Butler, Pennsylvania pada Juli 2024, ancaman di lapangan golf West Palm Beach, serta peristiwa dramatis beberapa minggu lalu di acara White House Correspondents’ Dinner pada 25 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi dan puluhan penanda bukti berwarna oranye masih menghiasi trotoar 17th Street.
Direktur FBI, Kash Patel, menegaskan pihaknya bersama Secret Service akan terus mengusut tuntas bagaimana seorang pria dengan riwayat gangguan mental berat bisa membawa senjata api sedekat itu ke ring satu Amerika Serikat.
Sumber: Tribun