Kinerja Presiden Disorot Lewat Dua Survei Berbeda: Jurnalis Senior Ungkap ‘Kejanggalan’ Angka Yang Bikin Publik Bingung!

DEMOCRAZY.IDJurnalis senior sekaligus Muchlis A Rofik coba membandingkan soal hasil survey kepuasaan pada kinerja Presiden pada Juli-Agustus 2026.

Adapun dua lembaga yang dibandingkan oleh Muchlis A Rofik ada Rating IPO dan Tempo. Yang memang diwaktu bersamaan mengeluarkan hasil surveynya.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Muchlis A Rofik mengungkap dan memaparkan perbandingan dari kedua survey tersebut.

“Approval Rating IPO vs Tempo,” tulisnya dikutip Rabu (2/9).

Untuk persamaan Rating IPO dan Tempo memang melalukan survey di waktu yang bersamaan pada akhir bulan Juli ke bulan Agustus.

“IPO dan Tempo melakukan survei di waktu yg sama: Akhir Juli ke Agustus,” tuturnya.

Letak perbedaan dari survey ini mulai terlihat dari jumlah respondennya.

Meski secara perbedaan dari segi responden itu sangat tipis.

Dimana, dalam pemaparannya Muchlis A Rofik menyebut dari kedua survey ini memiliki Margin of Errornya sama, 2,9%.

“Jumlah respondennya juga dekat: IPO 1200, Tempo 1260. Margin of Errornya sama, 2,9%,” paparnya.

Nah, letak perbedaan berikutnya ada di hasil dari survey.

Terdapat perbedaan hasil yang sangat signifikan dari kedua survey ini.

Mulai dari Approval rating Presiden versi IPO mencapai angka 63 persen.

Sementara untuk Approval rating Presiden versi Tempo berada di 40 persen.

“Kenapa hasilnya beda jauh? Approval rating Presiden versi IPO, 63%. Approval rating Presiden versi Tempo, 40%,” paparnya.

Sementara menurut hasil berbeda ditunjukkan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang juga melakukan survei di waktu yang berdekatan.

Muchlis A Rofik menyebut survey dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini hasilnya beda tipis dan masuk margin of error.

“Lihat hasil survei SMRC dan Indikator yang waktunya berdekatan. Hasilnya beda tipis, masuk margin of error,” tuturnya.

Dari hasil survey-survey itu, ia berpesan agar Media mestinya membantu publik dalam hal ini untuk mencari kejelasan dari perbedaan survey-survey tersebut.

“Media mestinya membantu publik mencari kejelasan perbedaan hasil survei yang cukup jauh antara IPO dan Tempo,” terangnya.

“Undang panel ahli. Undang lembaga2 ini untuk menjelaskan,” pungkasnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya