DEMOCRAZY.ID – Jurnalis senior Lukas Luwarso membalas dan memberikan pernyataan menarik sebagai tanggapan dari pernyataan mantan Presiden Joko Widodo.
Dalam pernyataan Joko Widodo sebelumnya, ia menyebut isu-isu yanf mengaitkan dirinya dan sang anak Gibran Rakabuming Raka khususnya soal ijazah disinyalirnya adalah gerakan operasi politik.
Pernyataan inilah yang kemudian direspon tegas oleh Lukas Luwarso dalam podcastnya di Channal YouTube, Forum Keadilan TV dikutip Rabu (21/10/2026).
Lukas mengatakan apa ditudingkan Jokowi soal Operasi Politik adalah sebuah hal yang merepresentasikan dirinya dulu.
Ia mengatakan sosok mantan Presiden RI ini juga biasa melakukan operasi politik selama dua periode atau dua tahun masa jabatannya.
Dan bahasa operasi politik inilah yang disebut oleh jurnalis senior itu yang kemudian digunakan lagi untuk menuduh lawan-lawannya.
“Jokowi sedang merepresentasikan dirinya yang dulu suka melakukan operasi politik selama 10 tahun berkuasa,” katanya.
“Ini sekarang dipakai menuduh lawan-lawan politiknya,” ungkapnya.
“Atau orang-orang yang dianggap menganggu dia,” sambungnya.
Lukas juga mengatakan soal political mirroring adalah situasi atau hal yang dilakukan saat ini.
Tujuan tentu menggunakan strategi yang sebelumnya digunakan dan kini dipakai sebagai senjata untuk menghadapi lawan-lawannya.
“Jadi political mirroring itukan politikus menuduh lawan-lawannya karena melakukan strategi yang sering ia pakai dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi menuduh isu ijazahnya dan Gibran dimotori “penumpang gelap” meluncurkan operasi politik.
Ia mengatakan isu ijazah dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya.
Namun, Jokowi tidak mengungkap secara tegas pihak mana yang disebutnya “penumpang gelap.”
“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Jokowi di Surakarta, Jumat (16/10) lalu.
“Bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” tuturnya.
Di sisi lain, kasus tuduhan ijazah palsu Joko Widodo, Roy Suryo, membantah isu “penumpang gelap” dalam skandal ijazah Joko Widodo dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan ini disampaikan Roy Suryo menanggapi tuduhan Jokowi bahwa ada “operasi politik” dan “penumpang gelap” terkait ijazahnya dan Gibran yang dipermasalahkan.
Menurutnya, para penggugat memiliki identitas dan tuntutan yang jelas, yakni agar ayah dan anak itu menunjukkan ijazah asli.
“Siapa yang penumpang gelap? Biasa kan, dia memang selalu bilang ada partai, ada orang, tetapi begitulah kita tahu sendiri karakter dia,” kata Roy Suryo di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
“Tunjukkanlah ijazahnya. Dari dulu kita minta nunjukkan ijazahnya, nggak pernah ditunjukkan. Enggak usah bilang gelap. Penumpangnya ini penumpang jelas,” terangnya.
Buat Menunjukan Ijazah dianggap Operasi Politik..??
Berarti ada yg gak Beres dgn Ijazah ini. Sampe disetarakan dgn Operasi Politik..!!
Krn klw gk dianggap AIB atau gak ada yg salah, gk mungkin smpe dianggap Operasi Politik https://t.co/MJ9oY51KWh— AirinNz_KembaliLagi (@AirinDatangLagi) October 17, 2026